Penandatanganan kerjasama pelatihan, produksi, dan distribusi antara KSBM dengan Rumah Kreatif SMK 17 Agustus, Batu (RK-17 Ags) untuk pengolahan produk hasil alam Desa Sekarbanyu yaitu, kopi dan teratai, di Caffe Maniva Resort, Jl. Ir Soekarno-Batu, Sabtu (22/1/2022), oleh Teh Alam yang juga pemegang lisensi logo dan produk KSBM bernama “The Lotus Coffe Sekarbanyu”

Jakarta, innews.co.id – Kantor Hukum Nur Setia Alam Prawiranegara (NSAP) & Partners tidak hanya piawai dalam dunia hukum, tapi juga berempati untuk membantu warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, baik dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya.

“SDM dan SDA di Sekarbanyu adalah kekayaan dan potensi yang sejatinya harus dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Kami melihat Bupati dan Wakil Bupati di sana juga memiliki visi untuk hal tersebut,” ungkap Nur Setia Alam Prawiranegara Pimpinan Kantor Hukum NSAP & Partners dalam rilisnya, Sabtu (22/1/2022).

Penyerahan bantuan Al Qur’an di Caffe Maniva Resort, Jl. Ir Soekarno-Batu, Sabtu (22/1/2022)

Berawal dari permohonan bantuan hukum dari Koperasi Produksi Sekarbanyu Mandiri (KSBM) terkait hak atas lahan (hak guna usaha/HGU). Pengurus KSBM yang terdiri dari Slamet (Ketua), Wijianto (Sekretaris), dan Mariadi (Bendahara) memberikan kuasa khusus kepada Kantor Hukum NSAP & Partner, pada 7 Desember 2021 silam.

Teh Alam, demikian wanita cantik yang juga Wakil Sekretaris Humas DPN Peradi ini biasa disapa menjelaskan, Tim NSAP & Partners melakukan pemetaan menggunakan Satelit Citra. Hasilnya, ada lahan seluas lebih dari 1.300 hektare di wilayah Desa Sekarbanyu, Desa Ringin Kembar dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. “Lahan tersebut akan dimohonkan ke Kementerian ATR/BPN untuk memperoleh HGU, termasuk izin prinsip untuk perkebunan dan turunannya kepada Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta dinas-dinas terkait,” bebernya.

Gayung bersambut, upaya mendapatkan HGU didukung penuh oleh Bupati Malang H.M. Sanusi dan Wakil Bupati H. Didik Gatot Subroto. “Kedua pemimpin daerah di Malang punya spirit yang sama untuk membangun wilayah dan masyarakatnya,” aku Teh Alam. Tak heran, dengan segera diagendakan mengundang Kantor Pertanahan dan dinas-dinas terkait untuk mendengarkan paparan dari Kantor Hukum NSAP & Partners atas proyek percontohan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa sebagai wujud nyata strategi ekonomi penanggulangan radikalisme dan terorisme yang dilabelkan dengan “Desa Satelit Sekarbanyu”. Rencananya pertemuan tersebut diadakan, Selasa, 25 Januari 2022 yang akan datang, di Pendopo Kabupaten Malang.

Saling mendukung mengembangkan usaha di Desa Sekarbanyu, Malang

Hasrat membangun SDM dan SDA di Desa Sekarbanyu kian menguat. Hal ini ditandai dengan diprakarsainya penandatanganan kerjasama pelatihan, produksi, dan distribusi antara KSBM dengan Rumah Kreatif SMK 17 Agustus, Batu (RK-17 Ags) untuk pengolahan produk hasil alam Desa Sekarbanyu yaitu, kopi dan teratai, di Caffe Maniva Resort, Jl. Ir Soekarno-Batu, Sabtu (22/1/2022), oleh Teh Alam yang juga pemegang lisensi logo dan produk KSBM bernama “The Lotus Coffe Sekarbanyu”. Bahkan akan dikembangkan dengan penanaman tembakau untuk membuat Cigar Lotus Sekarbanyu.

“Ide produk The Lotus Coffe Sekarbanyu ini adalah hasil jagongan dekat hutan Pinus dengan CEO RK-17, Ulul Azmi. Dengan melihat sejarah asal mula desa tersebut bernama Sumberkerto, yang artinya, sumber mata air yang ditemukan oleh Mbah Kerto,” terang Teh Alam yang juga Pendiri Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) ini.

Dikisahkan, Mbah Kerto adalah keturunan dari Kerajaan Majapahit. Saat penjajahan Belanda dibuatlah waduk. Lalu datang Ny. Whyllyana berkebangsaan Belanda, membawa bunga teratai. Seiring waktu, bunga teratai tumbuh subur di daerah tersebut. Bahkan, bunga teratai seolah menjadi ikon di desa itu. Pada akhirnya, dibuatlah nama desa itu Sekarbanyu yang berarti “Bunga Air/Teratai”. Desa itu sendiri disahkan pada 11 September 1969.

Teh Alam lanjut menerangkan, dengan modal kekayaan alam yaitu teratai, KSBM secara mandiri memproduksi teh asli daun teratai. Ini didukung juga dengan produksi kopi yang banyak terdapat di daerah tersebut. “Teratai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Karenanya, KSBM akan memproduksi minuman teh dan kopi dengan kemasan terkini. Tentu hal ini harus didukung oleh pelatihan, produksi, dan distribusi yang dilakukan secara profesional, baik produk kemasan maupun biji kopi dan teh,” papar Teh Alam.

Untuk itu, akan diadakan pelatihan berbasis ekonomi UMKM yang kreatif, inovatif , visioner dan milenial, sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, terkait pengembangan SDM, program jangka pendek yang akan dilakukan antara lain, melalui program SDGs 12 tahun wajib belajar jarak jauh yang berinduk ke SMK 17 Agustus Batu. “Intinya, kami akan mendorong pengembangan SDM dan SDA di Desa Sekarbanyu secara komprehensif yang kesemuanya bermuara pada peningkatan ekonomi, harjat, dan martabat penduduk lokal,” pungkasnya. (RN)