Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming

Jakarta, innews.co.id – Koordinasi antar-lembaga keuangan masih lemah, sehingga hal itu dikhawatirkan bisa memperbesar dampak dari pandemi ini.

Penilaian itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming dalam keterangan pers “OJK bersama Pelaku Usaha Menggerakkan Sektor Riil untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” di Gedung BI, Jakarta, Kamis (2/7/2020) lalu.

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kondisi perekonomian Indonesia tetap sehat dan stabil. Namun sayangnya, justru di tengah pandemi Covid-19, koordinasi antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai lemah.

Seperti dikatakan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, “Presiden yang kemarin jengkel mungkin gara-gara BI, OJK, LPS kok kurang kelihatan terintegrasi dengan pemerintah kerjasamanya, dengan BPK juga, mereka merasa lebih hebat. Padahal, dalam kondisi ini harus kerja ramai-ramai cari solusi untuk kepentingan rakyat”. (IN)