Otty Hari Chandra Ubayani, ajak semua pihak ringankan hati membantu sesama yang membutuhkan

Jakarta, innews.co.id – Bersedekah tidak hanya bermanfaat bagi yang menerima, tapi juga berfaedah bagi yang memberi. Selain membuat hati riang dan panjang umur, juga mendatangkan pahala, apalagi bila berbagi dilakukan ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Hal tersebut diyakini Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Universitas Diponegoro (Undip) kepada innews, Ahad (3/5/2020). “Di bulan Suci Ramadhan ini, kita tidak hanya berpuasa, tapi juga bisa bersedekah. Dalam agama diajarkan sedekah. Tidak perlu banyak! Harus diingat, di setiap rejeki yang kita peroleh ada haknya yatim piatu dan anak terlantar,” ujarnya.

Kebersamaan dengan sahabat-sahabat Otty setahun lalu

Otty yang juga Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) menambahkan, dengan memberi makan pada yang kelaparan dan membutuhkan, pahalanya berlipat. “Percayalah, Tuhan pasti akan membalas dengan limpahan berkah kesehatan dan rejeki halal yang tidak disangka-sangka. Itu saya buktikan sendiri. Jadi jangan pernah takut kekurangan kalau kita ‘bersihkan’ harta kita untuk memberi orang-orang yang membutuhkan,” tukas Otty.

Lebih jauh Otty mengatakan, wabah virus semacam ini pernah terjadi sekitar 120 tahun silam. “Kita ambil hikmah dalam setiap kejadian. Tidak hanya kesehatan, tapi hampir semua bidang terimbas. Sekarang waktunya kita intropeksi diri. Banyak pelajaran yang kita petik dari pandemi ini,” kata Otty yang juga dikenal sebagai Notaris/PPAT di Ibu Kota ini.

Suasana indah saat lebaran tahun lalu

Salah satu hal positif yang dirasakan adalah makin banyak waktu berkumpul dengan keluarga. “Demikian juga pekerjaan kita lakukan dari rumah. Gak tua di jalan karena traffic,” tambah Otty sembari tertawa.

Patut disyukuri, sekarang sudah zaman revolusi industri 4.0, dimana dunia IT berkembang pesat. “Sayangnya, Indonesia banyak belum siap. Seperti PPAT belum semua dijalankan dengan IT. Sehingga pengecekan, balik nama, pendaftaran HT, hanya sebagian bisa dikerjakan,” aku Otty.

Terkait relasi sosial, Otty mengakui banyak yang berubah lantaran Covid-19 ini. “Biasa tarawih, buka bersama (bukber) dengan teman dan handai taulan, sekarang lebih banyak masak dirumah, berbuka sama keluarga, beres-beres kantor, rumah, dan lainnya,” tuturnya.

Otty Hari Chandra Ubayani, gelorakan spirit bersedekah

Sejauh ini, hal yang mengkhawatirkan, menurut Otty, semakin banyaknya pengangguran, banyak yang meninggal karena kelaparan atau terkena virus korona. Juga kejahatan yang eskalasinya meningkat serta merosotnya perekonomian. “Saya berharap dua minggu kedepan korona sudah minggat dan setidaknya Agustus perekonomian pulih dan Indonesia kembali berkibar,” imbuhnya.

Kepada rekan-rekan sesama Notaris/PPAT, Otty mengajak untuk tetap optimis. “Manusia wajib berusaha. Tuhan telah menentukan takdirnya. Walau banyak bank pending signing, kemampuan ekonomi masyarakat menurun, tapi saya yakin ada hikmah dibalik itu semua. Dan kita wajib menyiapkan diri paling tidak sampai 6 bulan kedepan,” pungkasnya. (RN)