Pia Megananda Ketua Umum Keluarga Besar Wirawati Catur Panca

Jakarta, innews.co.id – Setelah melewati masa ‘karantina’ selama lebih dari 3 bulan akibat pandemi Covid-19, kini di banyak tempat sudah bersiap memasuki era kenormalan baru. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan agar adaptasi kebiasaan baru (AKB), bisa berjalan lancar, bukan sebaliknya.

Webinar Keluarga Besar Wirawati Catur Panca diikuti sekitar 180 orang

Guna mengupas persoalan tersebut, Keluarga Besar Wirawati Catur Panca (KB WCP) mengadakan Webinar bertajuk ‘Untuk Perempuan Indonesia: Kiat-kiat Mencapai Kondisi Sehat, Bahagia, Aktif, dan Produktif di Masa The New Normal’ yang diadakan Minggu (28/6/2020).

Tiyu Mediasti Sutopo, SH., Ketua Panitia Webinar Keluarga Besar Wirawati Catur Panca

“New normal harus dipenuhi optimisme, sehingga bisa melalui masa-masa sulit ini dengan baik. Itulah cara bijak menghadapi hidup ditengah pandemi Covid-19,” ujar Pia Megananda Ketua Umum KB WCP dalam sambutan pembukanya.

Dikatakannya, selama pandemi, masyarakat Indonesia–khususnya kaum perempuan, mengalami dampak yang tidak kecil, baik secara ekonomi, kesehatan, dan sosial. “Karena itu, masa AKB ini harus benar-benar diisi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan justru new normal mendatangkan gelombang penyebaran baru (second wave),” ujar Pia mengingatkan yang diaminkan Tiyu Mediati Sutopo Ketua Panitia Webinar KB WCP.

Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kowani memberikan sambutan pada Webinar Keluarga Besar Wirawati Catur Panca, Minggu (28/6/2020)

Sementara itu, menurut Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), kita harus lalui pandemi dengan penuh kewaspadaan, tapi tidak perlu panik karena kita belum tahu karakteristik virus korona tersebut. Penguatan kerjasama serta menggalakkan upaya promotif dan preventif terkait PSBB menjadi hal yang penting,” jelasnya.

Prof Siti Setiati, SpPD., Guru Besar Fakultas Kedokteran UI

Dalam uraiannya sebagai narasumber, Prof Siti Setiati, SpPD., Guru Besar Fakultas Kedokteran UI mengatakan, di masa new normal penting diperhatikan asupan makanan. Selain itu, filosofi ‘We are what we eat’ (kita adalah produk dari apa yg kita makan), benar adanya. “Kalau makanan kita tidak sehat, berdampak pada kesehatan yang biasanya muncul di usia 40-an ke atas,” urainya.

Para panitia Webinar Keluarga Besar Wirawati Catur Panca

Prof Siti menyoroti pentingnya Vitamin D untuk meningkatkan sistem imun dalam tubuh, juga melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan akut. Vitamin D bisa diperoleh dari cahaya matahari, ikan, jamur, kalsium, dan kuning telur. Hal penting lainnya adalah tetap beraktifitas, meski di rumah. “Penting tetap beraktivitas, setidaknya 150 menit per minggu, namun disesuaikan dengan kemampuan tubuh,” serunya,” imbuhnya.

Prof Dwiana Ocviyanti Guru Besar Fakultas Kedokteran UI

Narasumber lain, Prof Dwiana Ocviyanti Guru Besar Fakultas Kedokteran UI menekankan pentingnya untuk menerapkan protokol kesehatan. “Sebaiknya hindari travelling. Kalau pun harus keluar rumah harus memakai masker,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Dra Hj. Okky Asokawati, M.Si., Ketua Harian KB WCP mengatakan, di masa sekarang ini banyak yang mengalami cabin fever yakni, suatu gejala psikologis yang dialami oleh mereka yang harus tinggal di rumah.

Okky Asokawati Ketua Harian Wirawati Catur Panca

“Gejala cabin fever tampak dimana seseorang merasa sedih, gelisah, putus asa, lemas dan kurang energi. Selain itu, mudah marah dan tersinggung, sulit berkonsentrasi, tidak ada motivasi terhadap segala hal, kurang nafsu makan atau sebaliknya, mengalami gangguan tidur, dan menjadi tidak sabar,” tuturnya.

Meski demikian, Okky meyakini seseorang tetap bisa happy di era new normal. Sebab, happiness is an inside job (Menghadirkan kebahagiaan adalah tugas kita dalam diri sendiri).

Nana Krit, moderator Webinar KB WCP

Menyitir ucapan Oliver Wendell Holmes, “Yang ada di belakang dan di depan kita hanyalah masalah kita, dibandingkan dengan yang ada di dalam diri kita (kebahagiaan)”.

Untuk bisa bahagia, lanjut Okky, kita harus memiliki kemenangan pribadi dengan mengelola apa yang ada dalam diri kita, salah satunya menjadi proaktif. (RN)