Pia Megananda Ketua Umum Keluarga Besar Wirawati Catur Panca dalam diskusi virtual, Jumat (24/7/2020)

Jakarta, innews.co.id – Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat. Menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak tanpa terkecuali. Sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan harus terus didengungkan, agar masyarakat bisa aware.

Seperti dilakukan Keluarga Besar Wirawati Catur Panca (KB WCP) dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengadakan diskusi virtual, Jum’at (24/7/2020). Tampil sebagai pembicara dalam acara bertema ‘Hidup Sehat, Bahagia, Aktif, dan Produktif di Masa Era Kehidupan Baru Dengan Menjaga Kualitas Sungai dan Laut Indonesia’ antara lain, MR Karliansyah (Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KemenLHK), Cinthia Kusuma Rani (Miss Earth Indonesia 2019), Nadine Chandrawinata (Environmentalist dan Putri Indonesia 2005), dan Ikbal Alexander (Managing Director Kertabumi Recycling Center), dengan moderator Teuku Zacky. Ikut hadir Prof Emil Salim Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup periode 1978-1993.

Mediasti Adityani, SH., Ketua Panitia Webinar KB WCP dengan Kementerian LHK, Jumat (24/7/2020)

Acara yang diadakan bersamaan dengan Hari Sampah Nasional ini juga diikuti oleh
PT Perkebunan Nusantara II dan III, Kowani, GPSP, Golkar, Dharma Wanita Persatuan Konsulat Jenderal Johor Baru dan Teheran, Komunitas Ciliwung Depok, Paguyuban KB Brimob, dan lainnya.

Dalam keterangannya, Mediasti Adityani, SH., Ketua Panitia mengatakan, KB WCP sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan dan alam yang tentunya bisa membuat masyarakat menjadi sehat. “Melalui acara ini, kami ingin membuka wawasan akan pentingnya memelihara kebersihan lingkungan,” ujar Mediasti dihadapan lebih kurang 200-an peserta.

Prof Winarni Monoarfa Staf Ahli Menteri LHK bidang Hubungan Pusat dan Daerah yang mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya

Sementara itu Pia Megananda Ketua Umum KB WCP mengatakan, sudah sejak lama KB WCP menaruh concern terhadap kebersihan lingkungan, termasuk mengatasi pencemaran sungai dan laut. “Banyak hal sudah kami lakukan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kualitas air sungai dan laut agar tetap bersih,” terangnya.

Pia menerangkan, KB WCP merupakan gabungan dari beberapa organisasi wanita yang terbentuk di tahun 1945. “Salah satu wujud cinta Tanah Air adalah bagaimana kita menjaga kualitas sungai dan laut Indonesia agar tidak tercemar oleh ulah manusia. Sungai dan laut yang tercemar bisa menjadi bencana bagi manusia,” tukasnya.

MR Karliansyah Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KemenLHK

Dalam uraiannya Prof Winarni Monoarfa Staf Ahli Menteri LHK bidang Hubungan Pusat dan Daerah yang mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. “Harus ada dukungan dan peran dari komunitas-komunitas masyarakat, sehingga apa yang menjadi tujuan bersama ini bisa tercapai. Bagaimana kita bertanggung jawab menciptakan air bersih dan sanitasi yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, MR Karliansyah menerangkan berbagai upaya telah dilakukan Kementerian LHK dalam mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai dan laut. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar benar-benar menjaga kualitas air sungai dan laut agar tetap bersih. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Cinthia Kusuma Rani Miss Earth Indonesia 2019

Karliansyah menuturkan, kedepan akan terus diadakan kerjasama program antara KB WCP dengan KemenLHK di seluruh Indonesia.

Pada bagian lain, Cinthia Kusuma Rani bicara tentang limbah cair yang bisa mengakibatkan air sungai dan laut tercemar. “Sekitar 70 persen pencemaran sungai, khususnya di Jakarta berasal dari limbah rumah tangga, sisanya dari komersial dan industri. Harus diakui, di masa pandemi, volume sampah meningkat dari biasanya,” urainya.

Nadine Chandrawinata Environmentalist dan Putri Indonesia 2005

Limbah cair yang dimaksud, kata Cinthia, dibagi 3 yakni, grey water, black water, dan clear water. Grey water lebih bersifat kimiawi seperti sabun mandi, air bekas cuci baju, cuci piring, dan lainnya. Sementara black water berasal dari kotoran manusia dan hewan. Dan, clear water seperti limbah air AC, kulkas, dan sebagainya.

Cinthia menyarankan, agar selokan di tiap-tiap rumah bisa secara rutin dibersihkan. Juga ditanami tumbuhan yang bisa menyerap limbah-limbah cair tersebut.

Ikbal Alexander (Managing Director Kertabumi Recycling Center)

Dalam uraiannya, Nadine mengatakan, pentingnya masyarakat diingatkan untuk dapat memilah-milah sampah (organik dan non organik). “Pemisahan sampah menjadi penting. Sebab, kalau semua dibuang ke selokan, maka akan mengalir ke sungai atau laut dan bakal terjadi penumpukan,” ucapnya.

Narasumber lain, Ikbal Alexander menjelaskan, rata-rata orang Indonesia menghasilkan 0,7 kilo sampah setiap harinya. Volime sampah makanan di Indonesia, per tahun sebanyak 13 juta ton.

Teuku Zacky sebagai moderator

Ikbal memberi solusi dalam mengolah sampah makanan, baik itu biopori dan kompos rumah tangga. “Kompos rumah tangga bisa dibuat dari ember atau botol bekas. Juga membuat lubang resapan air (biopori) di tiap rumah sepanjang 1 meter dengan diameter 30 sentimeter,” imbuhnya.

Pada bagian akhir, Pia berharap, acara ini dapat menambah wawasan khususnya perempuan Indonesia dimana pun berada. (RN)