Sekelompok pemuda yang mengklaim keluarga Ali Ngabalin

Jakarta, innews.co.id – Tantangan duel fisik yang dilontarkan Ustad Yahya Waloni terhadap Ali Mochtar Ngabalin direspon oleh sekelompok pemuda yang mengaku sebagai keluarga dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu.

Dalam video yang diunggah oleh akun twitter @ch_chotlmah seorang pemuda mengatakan, “Terkait dengan pernyataannya yang mengundang orangtua kami, duel sama orangtua kami, kami hanya ingin sampaikan kepada Ustad, ingat kau, anda seorang ustad bukan preman”.

Mereka pun siap membungkam mulut Waloni. “Tapi kalau mulutmu, hasutmu menjadi preman maka ingat, akan kami bungkam itu mulut kau,” kata pemuda itu lagi, Senin (9/11/2020).

Sebelumnya, Yahya Waloni angkat bicara terkait komentar Ali Mochtar Ngabalin yang berharap aparat kepolisian menangkapnya karena ceramahnya yang keras. Yahya Waloni menyebut Ngabalin sebagai orang munafik. “Begitu Gus Nur ditangkap si munafik ngomong, namanya, mubaliq terkenal di Indonesia, mubaliq terbesar, Kibulin,” kata Yahya Waloni, seperti dikutip dari YouTube zhinyal Islam.

Waloni mengatakan, dia mengetahui ucapan Ngabalin melalui internet. “Dia ngomong juga di google, setelah Gus Nur, upayakan polisi tangkap, Refly Harun dan Ustad Waloni,” katanya.

Penceramah kelahiran Manado ini bahkan mengundang Ngabalin untuk berkelahi hingga salah satu di antara keduanya mati.
“Sudahlah Kibulin, kau kalau tidak senang dengan Yahyah Waloni tinggal tentukan di mana kita ketemu, kita baku pukul sampai mati. Artinya berkelahi secara fisik. Kita fight,” ucapnya. (RN)