Otty H.C. Ubayani, harap polemik di tubuh IPPAT bisa segera tuntas

Jakarta, innews.co.id – Hakikat berorganisasi adalah dari, oleh, dan untuk anggota. Jadi, kalau ada oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan sendiri dalam organisasi, pasti akan tersingkir dengan sendirinya.

Keyakinan ini disampaikan Otty H.C. Ubayani, Notaris/PPAT senior di Ibu Kota, dalam percakapan dengan innews, Jumat (4/9/2020), menyikapi kondisi perkumpulan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang hingga kini masih dilanda kekisruhan pasca Kongres VII di Makassar, 27-29 Juli 2018 silam.

“Banyak PPAT sudah jenuh dengan kondisi IPPAT yang terus berpolemik. Anehnya, ada oknum-oknum yang dengan sengaja memelihara kekisruhan ini, bahkan memperparahnya. Entah untuk tujuan apa,” ungkap Otty.

Menurutnya, kalau ada persoalan di organisasi harus cepat diselesaikan. Bahkan sudah ada putusan pengadilan pun, bukannya ditaati, malah dipandang sebelah mata. Akhirnya, sekarang malah berurusan pidana di Polda Metro Jaya.

Saat ini, kata Otty, ada upaya perdamaian yang tengah dirintis eks Presidium Kongres VII IPPAT. “Kita lihat saja, akan nampak siapa yang sebenarnya tidak mau berdamai, bahkan senang dengan kondisi IPPAT yang status quo ini,” tandasnya.

Dia berharap, Pengwil-pengwil bisa berpikir jernih dan melakukan upaya-upaya strategis bagaimana mempersatukan IPPAT kembali. “Jangan sampai para PPAT menjadi skeptis dengan perkumpulan karena dinilai tidak memberi faedah, bisanya hanya ribut saja,” paparnya.

Otty menyerukan, mari bersama-sama kita kembali ke 0 (nol) kilometer lagi. “Kita sama-sama introspeksi diri. Dalam hal ini kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru, baik secara organisasi maupun hubungan pertemanan yang selama ini terjalin baik,” ajaknya.

Kalaupun dilaksanakan KLB, menurut Otty, bisa memanfaatkan teknologi kekinian. “Kita bisa pikirkan bersama cara-cara melaksanakan KLB nanti. Intinya, bagaimana para PPAT bisa kembali berdamai,” pungkasnya. (RN)