Raja Sapta Oktohari (berdiri) Ketua Umum PB ISSI yang sah

Jakarta, innews.co.id – Hingga kini belum ada perubahan pimpinan pada PB ISSI. Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti dalam keterangan persnya, Senin (19/10/2020) lalu.

“Kemenpora hingga saat ini menilai Pengurus ISSI yang diketuai Raja Sapta Oktohari tak bermasalah dan masih diakui secara legal sebagai induk organisasi cabang olahraga,” ujarnya.

Menurut Chandra, pihaknya tidak melihat kekosongan kepemimpinan di PB ISSI. Real-nya cabor dikoordinasikan dengan KONI Pusat. Pengakuan legalitas itu di KONI, tapi belum ada laporan dari KONI ke kami. PB ISSI saat ini baik-baik saja.

Dia menambahkan, PB ISSI juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait bantuan dana pelatnas Olimpiade Tokyo dengan Kemenpora pada Februari lalu. Pelatnas balap sepeda hingga kini pun masih berjalan menggunakan anggaran APBN.

Penegasan ini sekaligus mematahkan Munaslub yang diadakan Forum Pengprov ISSI, Sabtu (17/10) lalu, yang Tatang Sulaiman sebagai ketua barunya. “Kemenpora masih mengakui Raja Sapta Oktohari sebagai Ketum PB ISSI yang sah,” tegasnya.

Seperti diketahui, Raja Sapta Oktohari resmi menjadi Ketua Umum PB ISSI periode 2015-2019. Kemudian terpilih kembali secara aklamasi pada Munas PB ISSI XVIII di Bandung, Jawa Barat, 26-28 Juli 2019.

Selama menjabat, pria yang akrab disapa Okto itu berhasil mengembalikan kejayaan balap sepeda Indonesia lewat torehan dua medali emas di Asian Games 2018 setelah puasa selama 56 tahun. Indonesia kini juga memiliki velodrome terbaik se-Asia.

Tak hanya itu, Okto juga saat ini dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden ACC (Asia Cycling Confederation). Ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan jabatan sebagai Komisi Cycling for All di UCI (Federasi Balap Sepeda Dunia).

Sementara itu, Musyawarah Nasional (Munas) dengan agenda pemilihan Ketua Umum baru ISSI baru akan digelar pertengahan Januari 2021, mengingat tak memungkinkan dilangsungkan tahun ini karena masih ada ancaman pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Forum Pengprov ISSI digelar sebagai tindak lanjut deklarasi mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PB ISSI dibawah pimpinan Raja Sapta Oktohari di Bandung, 27 Juni lalu.

Forum tersebut mengatakan telah terjadi kekosongan kepemimpinan di PB ISSI selama 11 bulan terakhir. Raja Sapta Oktohari dinilai seharusnya lengser dari jabatan Ketua Umum ISSI karena telah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

(RN)