H. Dasril Sahari Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Provinsi Papua

Jayapura, innews.co.id – Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan agenda sejumlah organisasi harus tertunda. Seperti yang dialami oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua yang sejatinya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Juli 2020, namun tertunda.

Penundaan ini dimanfaatkan dengan menyelesaikan Musyawarah Cabang (Muscab) di beberapa kabupaten/kota sebagai syarat dilaksanakannya Musda. Lagi-lagi, penundaan Muscab lantaran Covid-19.

“Setelah Muscab selesai, baru kita konsultasikan ke Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI terkait tanggal pelaksanaan Musda yang rencananya akan diadakan di Kota Jayapura,” kata H. Dasril Sahari Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Provinsi Papua kepada innews, Jum’at (24/6/2020).

Penyelenggaraan Musyawarah Cabang di Papua

Selama ini, kata Dasril, Hipmi Papua terus mendorong keterlibatan putra-putri asli Papua untuk bisa tampil di depan. “Dari 17 Badan Pengurus Cabang (BPC) yang sudah kami lantik, 90 persen yang memimpin adalah orang/pengusaha asli Papua (OAP),” terangnya.

Tidak itu saja, terkait tahapan Musda, dimana salah satunya menjaring calon ketua, pihaknya telah membuka pendaftaran selama 3 minggu. “Semua calon yang memenuhi syarat berhak mencalonkan diri tanpa terkecuali. Silahkan mendaftar bila memenuhi syarat,” ujar Dasril.

Dia menambahkan, Hipmi adalah organisasi kader yang punya AD/ART dan peraturan organisasi (PO), dimana semua pihak harus tunduk dengan aturan itu. “Di Hipmi kita semua bersaudara dan tidak ada perbedaan antara OAP dan lainnya. Semua punya hak yang sama dalam organisasi,” tegas pengusaha muda sekaligus Direktur Utama PT Bumi Cenderawasih Helikopter dan PT Madinah Qurrata’ain (bidang Pertambangan) ini.

Terkait pemberdayaan anggota dan pengusaha muda di Bumi Cendrawasih, selama ini, tambah Dasril, jajaran pengurus yang dipimpinya secara aktif melakukan sosialisasi, seminar-seminar, pembinaan, diklat-diklat, dan sinergitas dengan berbagai pihak.

“Banyak hal sudah kami lakukan. Kami sadar, dibutuhkan inovasi, integritas, dan kepercayaan diri yang kuat untuk menjemput kesuksesan di usia muda,” tukasnya.

Karenanya, terkait penyelanggaraan Musda, Dasril mengajak para pengusaha muda di Tanah Papua untuk terus menyebarkan embrio-embrio enterpreunership di kalangan anak muda. Juga menjalin sinergitas dengan pemerintah, serta mampu melahirkan pengusaha-pengusaha lokal untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.

“Kiranya penyelenggaraan Musda Hipmi Papua bisa berjalan lancar dan kedepan para pengusaha muda bisa berdampak pada kemajuan Papua khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tutupnya. (RN)