Jakarta, innews.co.id – Kekosongan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah barang tentu berpengaruh terhadap pelayanan serta jalannya roda birokrasi, terutama dari segi pengawasan dan pemberian pertimbangan serta saran dalam pelayanan birokrasi di DKI Jakarta.

Penegasan ini disampaikan Sumardiono, Ketua IKRW se-Jakarta Timur ketika dihubungi perihal kekosongan wagub yang sudah lebih dari 10 bulan ini, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ketiadaan wagub tentu melemahkan pengawasan. “Pengawasan yang kurang saat ini membuat kedisplinan menurun dan inovasi-inovasi baru yang diharapkan banyak timbul, dirasa berkurang,” aku Sumardiono dalam pesan singkatnya, Sabtu (22/6/2019).

Menurutnya, peran dan tugas wagub dalam membantu gubernur terasa hilang. Ini sangat berdampak pada pelaksaan fungsi dan kewajiban, sehingga pelayanan birokrasi menjadi tidak optimal.

Dalam mengisi kekosongan ini, kata Sumardiono, dianggap cocok jika diisi oleh militer. Ini lantaran militer memiliki tuntutan disiplin yang tinggi dalam tugasnya dan dari segi pemberian saran, militer mampu memperhitungkan saran dan memiliki ketegasan dalam hal tersebut.

Oleh karena itu, Sumardiono setuju bila Wagub DKI Jakarta diambil dari kalangan purnawirawan militer. “Saya yakin, bila militer yang duduk sebagai wagub, Jakarta akan dapat terpayungi dengan baik. Fungsi-fungsi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat akan semakin baik,” tandasnya.

Karena itu, dirinya berharap proses pemilihan wagub bisa berjalan cepat dan lancar, sehingga DKI Jakarta memiliki wakil gubernur yang bisa bekerja serta membantu membuat keputusan Anies sebagai Gubernur.

“Saya juga berharap yang menggantikan nanti adalah orang yang disiplin dan mampu mengontrol kerja birokrasi secara tegas agar dapat mengontrol birokrasi dan mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang sudah ada serta dapat memberikan inovasi-inovasi baru dalam segi pelayanan terhadap masyarakat,” tandasnya.

Berkaca pada hal tersebut, maka 2 calon yang selama ini sudah beredar, jelas-jelas bukan berbackgorund militer.

Namun, dari 3 bakal calon Wagub DKI yang diajukan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Timur, salah satunya merupakan purnawirawan militer, yakni Mayjen TNI (Purn) Drs. Tanribali Lamo, SH.

Tidak hanya memiliki karir gemilang di dunia militer, Tanribali juga pernah duduk sebagai Dirjen Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan menjadi pelaksana tugas 4 gubernur di Indonesia. Berangjat dari pengalamannya tersebut, rasanya semua yang diharapkan oleh warga Jakarta sudah ada pada diri Tanribali Lamo. (RN)