Seruan perdamaian IPPAT

Jakarta, innews.co.id – Tak hanya mengeluarkan seruan “Save IPPAT Dengan Perdamaian”, Pengurus Wilayah (Pengwil) IPPAT Provinsi DKI Jakarta dimotori Rulli Iskandar, Ketuanya, juga menginisiasi pertemuan 4 pengurus wilayah (DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Papua) untuk bersama-sama mengeluarkan Himbauan Moral, mewakili segenap PPAT di Indonesia.

Dalam pertemuan Ketua-ketua Pengwil di Hotel Bunga-bunga Jakarta, 5 Desember lalu, keempatnya merilis pernyataan sikap terkait persoalan yang terjadi di perkumpulan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sebagai buntut pelaksanaan Kongres VII IPPAT di Makassar, 2018 silam.

Rulli Iskandar Ketua Pengurus Wilayah IPPAT dan INI Provinsi DKI Jakarta

“Kami mengimbau dan mengajak kepada pihak-pihak yang terkait dengan persoalan IPPAT untuk bisa segera menyelesaikan permasalahannya dengan baik, damai, dan penuh rasa kekeluargaan,” ujar Ruli dalam keterangannya kepada innews, Selasa (15/12/2020).

Tidak itu saja, sambungnya, para PPAT juga mengharapkan semua pihak, mulai dari anggota, pengurus di daerah, wilayah, dan pusat, para senior serta tokoh-tokoh IPPAT untuk bisa berkontribusi aktif dalam menyelesaikan persoalan di perkumpulan ini.

Empat Ketua-Ketua Pengwil IPPAT membacakan Pernyataan Sikap PPAT se-Indonesia

“Peran dari semua sangatlah besar, sumbang saran, pikiran, dan way out, tentu akan membuat persoalan ini bisa lebih cepat tuntas,” sambung Rulli.

Diserukan juga agar pihak-pihak yang berperkara bisa melihat dan mengutamakan kepentingan anggota dan organisasi, diatas kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Dihimbau juga kepada para pihak yang bersengketa agar cooling down selama proses perdamaian berlangsung. Hal ini penting, agar proses perdamaian sendiri bisa berjalan smooth.

Ki-ka, Ketua Pengwil IPPAT Banten, Papua, Jawa Barat, dan DKI Jakarta

Rulli meyakini, bila semua pihak berorientasi pada kepentingan anggota, maka tensi untuk berkonflik pun akan turun. “Pada dasarnya IPPAT adalah wadah untuk melayani, bukan mengejar ambisi,” tukas Rulli lagi.

Sikap tegas dari para PPAT yang disuarakan lewat para Ketua-Ketua Pengwil ini menjadi signal bahwa arus bawah sangat merindukan perdamaian sejati. Sekarang tinggal para elit bagaimana menyikapi dan menjawabnya bila masih ada rasa cinta terhadap organisasi.

Kabar terakhir, saat ini ada upaya perdamaian yang diinisiasi Kementerian ATR/BPN, dimana akan dipanggil kedua belah pihak yang berseteru untuk membicarakan perdamaian. “Doakan supaya semua bisa berjalan baik dan apa yang diimpikan para PPAT bisa terwujud,” pinta Rulli.

(RN)