Sekretaris DPC Peradi Jakbar Herry Suherman saat penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XI yang dilakukan DPC Peradi Jakarta Barat (Jakbar) bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA)

Jakarta, innews.co.id – Integritas menjadi salah satu kata kunci yang harus dimiliki oleh para calon advokat. Ini menjadi keniscayaan untuk menjadi advokat yang mabrur.

Pesan ini dikatakan Suhendra Asido Hutabarat dalam rilisnya usai penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XI yang dilakukan DPC Peradi Jakarta Barat (Jakbar) bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), Senin (26/9/2022).

Sementara itu, Sekretaris DPC Peradi Jakbar, Herry Suherman, saat penutupan PKPA yang digelar secara hybrid dari UIA, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, belakangan ini banyak sekali bermunculan organisasi advokat. Karena itu, para peserta PKPA diharapkan tidak salah pilih jika lulus menjadi advokat.

“Pesan Ketua DPC Jakbar, jangan salah pilih organisasi advokat. Para peserta PKPA diharapkan dapat bergabung dengan DPC Peradi Jakbar,” kata Suherman.

Dijelaskan, Peradi merupakan satu-satunya wadah tunggal sebagaimana UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Suherman juga menyampaikan, terima kasih kepada UIA atas kerja sama yang telah terjalin dalam mencetak calon-calon advokat yang berkualitas, andal, dan berintegritas hingga angkatan XI.

Di sisi lain, Ketua Panitia PKPA Angkatan XI DPC Peradi Jakbar, Tri Harmastuti di Jakarta, menerangkan, PKPA Angkatan XI DPC Peradi Jakbar-UIA diikuti sebanyak 84 peserta.

Sementara Dekan Fakultas Hukum (FH) UIA, Efridani Lubis, menyampaikan, pihaknya sejalan dengan harapan DPC Peradi Jakbar. “Sama dengan Pak Herry, kami juga berharap ada PKPA ke-12, ke-13, dan seterusnya. Kita tingkatkan lagi kualitasnya,” tuturnya.

Pada PKPA kali ini, ungkapnya, jumlah peserta naik signifikan. Bila sebelumnya hanya 65 orang, sekarang diikuti oleh 84 peserta. Sebagiannya alumni FH Universitas As-Syafi’iyah.

Menyitir pesan pesan sastrawan Inggris, William Shakespeare, Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, mengatakan, “The first thing we do, let’s kill all the lawyers”. Ia meminta peserta PKPA menjaga marwah advokat yang merupakan profesi mulia (officium nobile). “Profesi hukum sangat dihormati,” imbuhnya.

Rektor UIA mengatakan, jika profesi hukum kehilang tanggung jawab sosial, maka rusaklah masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu, secara khusus ia berpesan kepada peserta PKPA, jika nanti menjadi advokat, pertama; jadikanlah Ketuhanan Yang Maha Esa dan agama sebagai fondasi.

Kedua, advokat seharusnya melakukan upaya-upaya memperjuangkan kehormatan pada hak asasi manusia, mengibarkan kesetaraan, menghormati independensi lembaga peradilan,” serunya.

Dan, ketiga, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah dan dialog. Kemudian, memperjuangkan keadilan sosial. “Sosial justice sebagai cerminan sila kelima Pancasila,” pungkasnya. (RN)