Dico M. Ganinduto, B.Sc., Ketua PP AMPG, totalitas perjuangkan kelompok milenials

Jakarta, innews.co.id – Selama ini kelompok milenial acapkali ditempatkan sebagai pelengkap dalam dunia politik. Istilah ‘anak bawang’ melekat pada komunitas muda ini. Tak heran, keterlibatan anak muda di dunia politik terbilang minim.

Namun, kini nampaknya telah terjadi pergeseran. Kaum milenial kian diberi tempat untuk berkreasi dan mengekplorasi dirinya. Partai-partai politik kian terbuka terhadap komunitas milenial. Bukan sekadar kepentingan regenerasi, namun sekarang memang eranya kelompok milenial.

Hal ini secara terbuka dikatakan Dico M. Ganinduto, B.Sc., Ketua PP AMPG, sayap muda Partai Golkar, dalam sebuah perbincangan menarik di bilangan Senayan, Jakarta, Jum’at (2/8/2019) malam.

Dico dan rekan-rekan saat Deklarasi Gema Golkar di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta

Dikatakannya, di Partai Golkar sendiri pada pemilihan legislatif 2019 lalu, pemilih milenial mencapai 10 persen. “Itu cukup signifikan, mengingat Golkar terbilang partai sepuh yang sudah mengakar di Indonesia,” kata Dico yang baru-baru ini memimpin rekan-rekan lainnya mendeklarasikan GEMA Golkar dalam kaitan mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar periode mendatang.

Ditambahkan Dico, sejatinya parpol-parpol di Indonesia memberi ruang yang cukup bagi kaum milenial. Apalagi menurut para ahli, masa-masa keemasan Indonesia terjadi di tahun 2045. “Itu artinya, sedini mungkin generasi milenial harus diberi panggung untuk berkreasi. Dengan begitu, saat 2045, kaum milenial siap memimpin dan membawa kejayaan bagi bangsa,” imbuhnya.

Dalam konteks Partai Golkar, Dico terus mendorong rekan-rekannya sesama kelompok milenial untuk bersuara. “Kami sadar tidak punya hak memberi suara pada pemilihan Ketum Golkar nanti. Namun, kami tetap bisa bersuara dan menyuarakan agar siapapun nanti yang terpilih sebagai Ketum Golkar bisa membuka ruang seluas-luasnya agar para milenials bisa masuk didalamnya,” jelas Dico.

Dico M. Ganinduto, B.Sc., Ketua PP AMPG

Idealnya, lanjut Dico, para milenials dibimbing, difasilitasi, dan diberi kesempatan berkreasi. “Kaum senior harus punya empati untuk membimbing para milenial. Bukan bersikap sebaliknya,” tandas Dico yang juga menjadi calon legislatif DPR RI dari dapil Jawa Tengah pada Pemilu Serentak 2019 lalu ini.

Bagi Dico, dengan transformasi pengalaman politik dari para senior akan mampu membuat milenials lebih tangguh dan percaya diri.

Tidak itu saja, Dico juga meminta rekan-rekan milenials yang sudah terjun ke dunia politik untuk mau mempengaruhi teman-temannya sehingga semakin banyak milenials yang mau terjun dalam dunia politik. “Harus diakui banyak milenials yang apolitik. Itu menjadi tugas kita (milenials) untuk mengajak mereka dan menginformasikan tentang dunia politik yang sesungguhnya,” tukasnya.

Dico M. Ganinduto, BSc., saat diwawancarai media

Apalagi era digital sekarang ini merupakan eranya milenials. “Semua bergerak serba cepat. Karena itu, peran milenials sangat signifikan,” urainya.

Bagi Dico, sekarang saatnya milenials untuk masuk dan bergabung dalam dunia politik. “Jangan tunggu entar-entar, ayo bergerak bersama. Kita sama-sama buktikan bahwa milenials juga memiliki kemampuan berpolitik yang baik, bersih, dan lurus,” serunya. (RN)