Ketum Ikanot Undip Sampaikan Refleksi 2023 dan Harapan di 2024

Otty Hari Chandra Ubayani, Ketua Umum Ikanot Undip, sampaikan refleksi 2023 dan harapan di 2024

Jakarta, innews.co.id – Kepastian hukum menjadi keniscayaan dalam membangun perekonomian yang kuat. Terlebih ditengah gunjang-ganjing pesta demokrasi yang saat ini tengah berjalan.

“Pemilu merupakan agenda besar untuk memilih pemimpin negara. Namun, hal tersebut jangan sampai mempengaruhi perekonomian. Untuk itu, dibutuhkan kepastian hukum,” kata Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan Universitas Diponegoro (Ikanot Undip), dalam refleksi akhir tahunnya, kepada innews, di Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Otty mengatakan, selama 2023, kondisi perekonomian Indonesia sudah bergerak stabil pasca pandemi Covid-19. “Kita bersyukur bangsa ini bisa melalui pandemi, meski banyak jiwa telah jadi korban. Mungkin belum stabil 100%, namun tentu akan terus diupayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Otty Hari Chandra Ubayani optimis 2024 menjadi tahun penuh harapan

Wanita cantik yang juga dikenal sebagai penggiat kain Nusantara ini berharap pandemi tidak ada lagi di Indonesia. “Pandemi telah meluluhlantakkan perekonomian, bukan saja Indonesia tapi hampir semua negara di dunia,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) ini.

Guna pemulihan perekonomian, kata Otty, perlu effort besar dari pemerintah sehingga ekonomi bisa kembali tumbuh. Dia mencontohkan kebijakan Pemerintah Pusat yang memberikan insentif bebas pajak pertambahan nilai bagi masyarakat yang membeli rumah di bawah Rp 2 miliar, di mana PPN ditanggung pemerintah 100% sampai Juni 2024. Sesudah Juni sampai Desember tahun depan dikenakan biaya PPN sebesar 5 persen.

“Kebijakan ini mendorong sektor properti kembali bangkit setelah terpuruk sekitar tiga tahun lamanya. Perlu didorong regulasi-regulasi lain sehingga ekonomi membaik, di mana perusahan kecil dan corporate akan kembali seperti sedia kala,” jelas Notaris/PPAT senior di bilangan Jakarta Selatan ini

Di dunia Notaris/PPAT, saat ini tengah bertumbuh digitalisasi. “Digitalisasi pada lingkup pekerjaan Notaris/PPAT merupakan keniscayaan untuk mendorong kemajuan dalam pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Otty.

Diakuinya, di awal-awal sistem yang dibuat sempat terkendala. Namun, dengan kerja keras Pusdatin dan BPN, saat ini berbagai masalah yang muncul sudah bisa ditanggulangi. Saat ini, sosialisasi terhadap digitalisasi terus disosialisasikan. “Kami berharap sosialisasi bisa berjalan lancar seperti roya, HT, pengecekan sertifikat yang sudah lebih dahulu dan berjalan sukses,” tukasnya.

Pesta demokrasi

Riuh redamnya pesat demokrasi saat ini, sambung Otty, seyogyanya tidak mengganggu perekonomian. Untuk itu, perlu ada kepastian hukum. Juga regulasi pemerintah yang meringankan dalam tataran implementasi seperti yang diharapkan.

“Pemerintah dalam hal ini harus mempermudah dan menjadikan situasi tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa bekerja dan berusaha dengan baik tanpa takut dibayangi oleh suasana perpolitikan,” serunya.

Sebagai agenda nasional yang rutin diadakan setiap 5 tahun, tentu ini menjadi pesta besar.

“Harapan kita semua, politik aman dan ekonomi membaik. Pesta demokrasi harus menjadi agenda kemeriahan rakyat, bukan menjadi celah terjadinya ketersinggungan satu sama lain. Karena itu, Pileg dan Pilpres harus mengedepankan semangat persatuan. Beda pilihan bukan berarti kita tidak bisa berteman. Sebab, beda pilihan itu hanya sesaat, sementara persahabatan sebagai sesama anak bangsa akan tetap berjalan,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan