Carmelita Hartoto Ketua Umum Indonesian National Shipowner's Association (INSA) saat dihubungi innews, Sabtu (14/3/2020).

Jakarta, innews.co.id – Gangguan sistem Ditjen Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok, yang telah terjadi sepekan ini berdampak pada terhambatnya pelayanan kontainer ekspor impor.

“Pelayaran yang melakukan ekspor impor akan terhambat jika gangguan sistem layanan Ditjen Bea Cukai masih terus berlanjut,” kata Carmelita Hartoto Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Sabtu (17/7/2021).

Carmelita menjelaskan, sudah sepekan ini, sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami gangguan. Sistem ini merupakan layanan kepabeanan milik Ditjen Bea Cukai.

Akibat terganggunya sistem IT tersebut, ujarnya, layanan dokumen ekspor, impor, manifes dan portal pengguna jasa menjadi terkendala.

Dia menerangkan, terjadinya gangguan sistem IT pada CEISA mulanya berdampak pada kegiatan forwarding. Namun karena gangguan ini berlarut-larut, maka pelayaran juga merasakan dampaknya, khususnya bagi pelayaran yang melakukan kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Gangguan sistem IT CEISA, sambung Carmelita, berdampak pada waktu clearance kontainer menjadi lambat, sehingga akan berdampak pada waktu tunggu kapal di pelabuhan.

“Utamanya ini berdampak pada performance kapal, karena operasional kapal menjadi terhambat juga pada akhirnya,” terangnya.

Untuk untuk, Carmelita meminta Ditjen Bea Cukai segera memberikan solusi yang bisa menjadi pengganti dari terganggunya sistem IT CEISA. Solusi dari Ditjen Bea Cukai atas persoalan ini diperlukan segera sehingga kegiatan ekspor impor kita tidak terhambat.

“Kedepan, kita juga berharap gangguan sistem IT CEISA ini tidak lagi terjadi. Atau ada back up sistem yang disiapkan kalau sistem ini alami gangguan,” tegasnya. (RN)