Prof Otto Hasibuan

Jakarta, innews.co.id – Beredarnya isu adanya lobi yang dilakukan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono terhadap Presiden Joko Widodo agar menantunya, Jenderal Andika Perkasa, bisa menjadi Panglima TNI, bisa dianggap sebagai fitnah. Sebab, selama ini Hendropriyono dikenal sebagai sosok yang berintgeritas.

“Saya mengenal beliau (Hendropriyono). Tidak mungkin beliau melakukan lobi ke Presiden agar menggolkan menantunya jadi Panglima TNI. Sulit dipercaya beliau mau melakukan hal-hal serendah itu,” kata Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Prof. Dr. Otto Hasibuan kepada innews, Minggu (4/7/2021).

Isu yang tidak bertanggungjawab tersebut, kata Otto, bisa masuk kategori fitnah. “Tuduhan terhadap Pak Hendropriyono itu adalah suatu dugaan fitnah terhadap beliau dan saya yakin dia tidak mungkin melakukan hal itu,” tegas Otto.

Dijelaskan, penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden. “Karena hak prerogatif Presiden, biarkan Presiden yang memilih Panglima TNI. Tidak perlu ada isu-isu yang cenderung menjadi fitnah seperti ini,” tandas Otto lagi.

Menurutnya, bisa saja isu-isu tersebut sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan menjegal Jenderal Andika. “Bisa saja sengaja digoreng isu itu untuk menjegal karir Jenderal Andika,” tukas Otto.

Advokat senior yang pernah menangani perkara kopi sianida ini menambahkan, untuk menjadi Panglima TNI, rekam jejak seseorang kan sudah jelas. Seperti Jenderal Andika, punya kemampuan dan pengalaman mumpuni. Merupakan lulusan dari Universitas di Washington serta memiliki gelar doktor (Ph.D). Juga pernah bertugas di Kopassus.

Otto meminta publik tak perlu mempersoalkan isu liar tersebut. “Kita biarkan saja Presiden Jokowi secara bebas memilihnya. Jangan kita menyudutkan atau mendiskreditkan Pak Hendropriyono. Itu yang saya tidak setuju. Semua pihak hendaknya bisa dengan tenanglah memberikan kesempatan yang luas kepada Presiden itu memilihnya,” ungkapnya.

Sekali lagi, Otto menegaskan dirinya yakin Hendropriyono tidak melakukan hal tersebut. “Saya tidak percaya. Menurut saya, itu bisa berpotensi fitnah itu tudingan terhadap Pak Hendropriyono itu dan itu upaya menjegal karier Pak Andika,” pungkasnya. (RN)