Ganjar Pranowo dianggap pas menggantikan Presiden Joko Widodo di 2024 nanti

Jakarta, innews.co.id – Ciutan Natalius Pigai yang berbau rasis dan tudingan keji terhadap Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai karena ada maunya.

“Pigai meracau karena ada maunya saja. Entah apa maunya,” kata Teddy Mulyadi Ketua Umum Seknas Ganjar Indonesia, dalam siaran persnya yang diterima innews, Rabu (6/10/2021).

Teddy menjelaskan, rakyat Papua saja begitu senang dan bangga karena Presiden Jokowi begitu memberikan perhatian dan membangun ujung Timur Indonesia itu. “Pigai juga dari Papua, tapi dia sendiri tidak senang daerahnya dibangun dan sekarang tambah maju, malah menuding yang enggak-enggak terhadap Presiden Jokowi. Ini kan perilaku yang memalukan dan pertanda orang yang tidak bisa bersyukur dan tidak tahu berterima kasih,” kritik Teddy yang juga dikenal sebagai Direktur Politik Lembaga Pengkajian dan Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) ini.

Teddy mengajak semua pihak untuk jujur bahwa pemerintah sebelumnya kurang memberi perhatian terhadap Papua, berbeda dengan Jokowi. “Presiden Jokowi membangun Papua karena visi kemanusiaan, kebangsaan, dan pembangunan berkeadilan, bukan karena ingin mencari muka atau menarik perhatian, melainkan dengan penuh keikhlasan untuk mengangkat harkat dan martabat Indonesia seluruhnya, dari Sabang hingga Merauke, dari Mianmas hingga Pulau Rotte,” paparnya.

Sebelumnya Pigai dalam ciutannya menyatakan, “Jangan percaya orang Jawa Tengah, Jokowi dan Ganjar, mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, mereka injak harga diri bangsa Papua”.

Lebih aneh lagi, sambung Teddy, Pigai menyeret-nyeret nama Ganjar Pranowo. “Faktanya antara Ganjar dan Pigal belum pernah ada persoalan apapun. Bahkan Ganjar telah berempati memberikan perlindungan dan solusi ketika ada konflik antar-sekelompok orang dengan mahasiswa Papua di Jateng. Kepedulian Ganjar terhadap warga Papua begitu besar,” jelas Teddy.

Parahnya lagi, katanya, Pigai menyebut orang Jawa Tengah, Jokowi dan Ganjar telah membunuh dan menginjak-injak harga diri rakyat Papua. “Sungguh tidak masuk akal dan tuduhan yang pasti Pigai tidak akan bisa membuktikan, alias tuduhan palsu dan keji yang berkonsekuensi hukum. Ini tindakan keblinger dan terkesan cuma mau cari-cari perhatian saja atau jangan-jangan Pigai dipakai sebagai boneka oleh pihak tertentu untuk menghalangi langkah Ganjar,” tegas Mulyadi lagi.

Dia menegaskan, fakta yang tidak terbantahkan adalah bahwa Jokowi telah memberikan banyak cinta dan perhatian kepada rakyat Papua. “Bila Ganjar Pranowo ditakdirkan menjadi Presiden RI di 2024, apa yang sudah dilakukan Jokowi kepada rakyat Papua pasti akan diteruskan, bahkan akan dibuat jauh lebih baik lagi,” pungkasnya. (RN)