Sabillah salah satu anak buah kapal (ABK) KM Bali Permai 169 yang hilang kontak sejak 30 Juli 2021. Bersama 18 ABK lainnya, ia tidak diketahui keberadaannya hingga kini

Jakarta, innews.co.id – Keluarga anak buah kapal (ABK) KM Bali Permai 169 mengungkapkan kekecewaannya atas kelambanan perusahaan menginformasikan hilang kontaknya kapal tersebut yang tengah berlayar di Samudera Hindia, sejak 30 Juli lalu.

“Kami keluarga ABK atas nama Sabillah sangat kecewa terhadap PT Putra Jaya Kota yang lalai terhadap keselamatan ABK KM Bali Permai 169,” kata Dita Aditya, kakak kandung Sabillah kepada innews, Selasa (7/9/2021).

Dia mengatakan, pihaknya baru menerima surat pemberitahuan hilangnya kapal tersebut dari perusahaan pada 4 September 2021, sementara kapal tersebut sudah hilang kontak sejak 30 Juli 2021. “Koordinasi dari PT Putra Jaya Kota dengan pihak terkait juga dirasa lambat,” sambung Dita.

Dengan nada sedih, Dita berujar, “Jujur saja, kami merasa ada yang janggal atas musibah yang menimpa KM Bali Permai 169. Sepertinya ada yang disembunyikan. Ini bukan sekedar lost contact dengan KM Bali Permai 169, Tapi juga tentang keselamatan jiwa ABK yang hingga saat ini belum diketahui”.

Dita mendesak perusahaan untuk bertanggungjawab dan meminta perhatian pemerintah untuk turun tangan atas musibah ini demi keselamatan 18 ABK Bali Permai 169 yang merupakan Warga Negara Republik Indonesia.

Berikut nama ABK KM Bali Permai 169:
1. Musahwi
2. Khoirun Zarwan
3. Eko Erwanto
4. Ariyanto
5. Kiki Ridwan
6. Handoko
7. Kharisma Wibawa Taqwa
8. Muhammad Nurcahyo
9. Diki Nugraha
10. Alien Rusian
11. Alfian Rihlah Phayadi
12. Andriyanto
13. Pahru Faturohman
14. Rifal Risdianto
15. Sabillah
16. Fahril Paputungan
17. Abdul Halil
18. Junaidi

(RN)