Prof Otto Hasibuan

Jakarta, innews.co.id – Konsorsium Kinarya Liman Margaseta menggugat pailit PT Indonesia Power (IP) yang merupakan anak usaha BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat tertanggal 18 November 2020.

Ketika coba ditelisik melalui laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2020), permohonan pailit dengan nomor perkara 49/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst diajukan oleh Ir. Liliana Wibisono selaku pimpinan Konsorsium Kinarya Liman Margaseta.

Beberapa poin tuntutan yang diajukan antara lain, Menerima dan mengabulkan Permohonan Pernyataan Pailit yang diajukan oleh Pemohon Pailit untuk seluruhnya; Menyatakan Termohon Pailit berada dalam keadaan pailit beserta seluruh akibat hukumnya; Menunjuk dan mengangkat Hakim Pengawas dari lingkungan hukum Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai Hakim Pengawas dalam perkara kepailitan ini; Menunjuk dan mengangkat: Andra Reinhard Pasaribu, SH., Kurator dan Pengurus yang terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU.AH.04.03-12, tanggal 6 Februari 2017, Jimmi Hutagalung, SH., Kurator dan Pengurus yang terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU-271 AH.04.03-2018, tanggal 10 September 2018, dan Ir. Firmanto Laksana, SH., MM., MH., Kurator dan Pengurus yang terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor: AHU 108 AH.04.03-2019, tanggal 23 April 2019, sebagai Tim Kurator dalam proses kepailitan Termohon Pailit/PT Indonesia Power a quo.

Tuntutan lainnya, menetapkan besarnya imbalan jasa kurator akan ditetapkan kemudian setelah kurator menjalankan tugasnya dan kepailitan telah berakhir; dan menghukum Termohon Pailit untuk membayar biaya perkara.

Ketika dikonfirmasi, kuasa hukum Konsorsium Kinarya Liman Margaseta, Prof Otto Hasibuan membenarkan hal tersebut.

“Ya benar, saat ini PT Indonesia Power tengah dalam proses gugatan pailit. Kalau sampai pailit, sebagian Indonesia bisa gulita,” ujar Otto kepada innews, Rabu (25/11/2020).

IP merupakan anak perusahaan dari PLN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit. Sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar di Indonesia, IP mempunyai berbagai macam tipe dan jenis pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari berbahan bakar fosil hingga EBT. Saat ini IP memiliki Unit Pembangkit EBT yang berada di Kabupaten Bandung, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Power Generation O&M Services Unit (POMU).

Kamojang POMU mengelola total 7 unit pembangkit yang berkapasitas 375 MW yang terbagi di 3 sub unit yaitu, PLTP Kamojang sendiri dengan 3 unit pembangkit dengan kapasitas sebesar 140 MW, PLTP Darajat yang berada di Kabupaten Garut dengan 1 unit sebesar 55 MW dan PLTP Gunung Salak yang berada di Kabupaten Bogor sebesar 180 MW dengan 3 unit pembangkit. Selain ketiga sub unit tersebut, IP Kamojang POMU juga mengelola PLTP Ulumbu di Nusa Tenggara Timur sebesar 10 MW. (RN)