Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM pada acara Webinar Nasional bertema 'Model Koperasi Era 4.0', Senin (20/7/2020)

Jakarta, innews.co.id – Revolusi industri membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk koperasi. Dan, itu menjadi tantangan, tak hanya sekadar cara berbisnis, melainkan juga mengubah mindset dalam sistem tata kelola secara menyeluruh. Dalam hal ini koperasi harus mampu beradaptasi dan bertransformasi secara dinamis.

Penegasan itu dikatakan Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM pada acara Webinar Nasional bertema ‘Model Koperasi Era 4.0’, Senin (20/7/2020).

Teten menambahkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga telah mengubah pola hidup masyarakat. Saat ini, masyarakat tidak saling kontak fisik namun tetap dapat bertukar informasi. “Aksi itulah yang menjadi ide dasar dari Revolusi Industri 4.0,” ujarnya.

Indonesia, kata Teten, sebenarnya akan menerapkan konsep tersebut secara besar-besaran pada 2030 nanti melalui program Making Indonesia 4.0.

“Dalam program Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan 10 prioritas nasional untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Yaitu, perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, akomodasi standar sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan,” urainya.

Dikatakannya, kunci koperasi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 itu adalah dengan melakukan beberapa hal. Antara lain, fokus mengembangkan bisnis yang mengarah pada kebutuhan anggota, modernisasi manajemen koperasi, melakukan perubahan strategi. Termasuk pola dan model bisnis berbasis teknologi informasi dan ilmu pengetahuan dan melakukan kolaborasi bisnis dengan sesama koperasi maupun pelaku usaha lainnya. Tak ketinggalan adalah meningkatkan kualitas SDM koperasi.

Menurutnya, jika masyarakat telah terbiasa serba digital seperti saat ini, perlu dipikirkan kembali adakah kemungkinan beralih pada kebiasaan lama jika pandemi sudah berakhir.

Teten juga mengingatkan, sudah saatnya koperasi bertransformasi dari konvensional ke digital dan melakukan kolaborasi atau kerjasama antara koperasi. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi dalam menjalankan strategi bisnisnya. (RN)