Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani)

Jakarta, innews.co.id – Ketidakpastian sebagai dampak pandemi Covid-19, mendorong semua insan kreatif dan inovatif, tak terkecuali kaum perempuan. Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Guna mendorong perempuan Indonesia melek teknologi, secara khusus Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengadakan diskusi virtual dengan tema ‘Perempuan Melek Digital di Era Pandemi Covid-19’, Senin (6/7/2020) siang.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani mengatakan, “Harus dipahami bawah perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa punya tanggung jawab besar dalam membantu bangsa menciptakan generasi sehat, unggul, dan berkarakter kuat”.

Peserta diskusi virtual yang digagas Kowani mencapai lebih dari 300-an orang

Menurut Giwo, dalam kondisi pandemi, kita tidak boleh mengeluh, apalagi menyerah. “Kita harus survive agar bisa melewati pandemi ini,” tutur Giwo yang juga Ketua Umum Pita Putih Indonesia (PPI) ini.

Di masa sekarang, kata Giwo, kita dituntut untuk kreatif dan bisa memanfaatkan teknologi. Sebab, kedepan akan terbentuk super smart society dengan menggunakan teknologi terintegrasi. “Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri, dimana berkegiatan dan berkomunikasi dengan menggunakan alat-alat digital. Mungkin bisa belajar secara otodidak,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Giwo mengajak para stakeholders, termasuk pemerintah untuk terus dapat meningkatkan kualitas diri dan belajar seumur hidup, memperluas wawasan meningkatkan kapasitas diri, menuju Indonesia lebih maju.

Bintang Puspayoga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menyampaikan sejumlah data mengenai pengguna internet di Indonesia yang jumlahnya mencapai 175,4 juta orang, dengan 60 juta pengguna aktif media sosial.

Sementara itu, rasio pengguna internet di Indonesia pada 2018 yakni, perempuan hanya 46,83%, dibanding laki-laki sebesar 53,17%. Juga perempuan pengguna komputer sebesar 18,05%, dibanding laki2-laki 20,15%.

Lebih rendahnya jumlah perempuan pengguna internet dan komputer, menurut Bintang, lebih disebabkan karena akses yang terbatas, konten dan komunitas, privasi, dan keamanan.

Materi yang dibawakan Mariam Tata dan Kementerian Komunikasi dan Informatika

Pada diskusi yang diikuti lebih dari 300-an perempuan di Indonesia, baik organisasi anggota Kowani maupun BKOW di seluruh Indonesia, Mariam Barata Direktur Tata Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika memaparkan bahwa sejak Januari hingga 15 Juni 2020, suda ada 850 hoaks terkait pandemi. “Rata-rata per hari 6,2 hoaks. Kemenkoinfo sejauh ini sudah melakukan pemblokiran. Dan, 104 pelaku hoaks ditindaklanjuti oleh Kepolisian RI dan tengah berproses hukum,” urainya.

Sejumlah pembicara lain juga tampil pada webinar ini diantaranya, Agustina Erni Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Dr. Marlinda Poernomo, SE., M.Si., Ketua Kowani dan dimoderatori oleh Sonya Hellen (Wartawan Kompas). (RN)