Jakarta, innews.co.id – Di bawah payung Kongres Wanita Indonesia (Kowani), sejumlah wanita pengusaha tampil dalam pameran multi-produk dalam ajang Kowani Fair 2018 di SME Tower Jakarta, 24-27 Mei 2018.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise itu, Kamis, (24/5), tidak saja menampilkan karya-karya para perempuan Indonesia, tapi juga berasal dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Puan Maharani menyambut baik acara yang digagas oleh Kowani ini. “Ada baiknya acara semacam ini bisa sering diadakan sehingga potensi para perempuan Indoonesia bisa lebih terangkat ke permukaan,” ujar Puan.

Sementara itu, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani mengatakan, Kowani Fair adalah agenda rutin Kowani yang telah dilaksanakan dalam 17 tahun terakhir. “Ini merupakan ajang promosi industri kreatif dan menciptakan jalur komunikasi antara produsen, penjual, dan pembeli untuk bertransaksi. Begitu juga di tahun ini, Kowani Fair akan menjembatani dan memfasilitasi wanita pengusaha untuk mempromosikan hasil produknya, sekaligus sebagai sarana dalam mencari pasar-pasar baru,” jelas Giwo Rubianto.

Selain itu juga, melalui event ini, maka terjadi penguatan jejaring wirausaha di antara pengusaha yang akan saling mendukung di pasar nasional dan menuju globalisasi.

Tema yang diusung pada acara ini adalah “Optimalisasi Kemandirian Perempuan Pengusaha untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga”. Ada pun tema ini sejalan dengan program Kowani bidang ekonomi dan koperasi, yaitu meningkatkan pemberdayaan wanita di bidang ekonomi sebagai pelaku usaha dengan memperkuat jejaring usaha secara regional maupun global.

Barang kreatif

Sementara itu, Ony Jafar Hafsah Ketua Panitia menyampaikan ada sejumlah tujuan dari acara ini yakni meningkatkan perekonomian anggota dan masyarakat melalui produk yang inovatif dan kreatif.

Juga memberikan peluang bagi organisasi anggota Kowani dan wanita pengusaha untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing dalam memasuki era digitalisasi. Lainnya, meningkatkan kecintaan masyarakat untuk mengggunakan produk dalam negeri.

Dikatakan, panitia menargetkan lebih dari 1.000 pengunjung akan datang per harinya, baik dari kalangan pelaku usaha, organisasi perempuan baik anggota atau non anggota Kowani, asosiasi/lembaga yang bergerak di bidang ekonomi, baik nasional maupun internasional, lembaga-lembaga pendidikan, dan sebagainya.

Ony berharap, dengan memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat dan ekonomi, kita akan memiliki multiflyer effect dalam mencapai dan menjangkau tujuan SDG’s, terutama pada kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan gender.

Pada kesempatan itu juga Giwo Rubianto Wiyogo didampingi para pengurus Kowani memperkenalkan Kartu Kowani yang bisa digunakan sebagai cardless atau transaksi non-tunai, misal di jalan tol. Ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Kowani dalam mengambil bagian pada pembangunan bangsa, khususnya kaum perempuan. (RN)