Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram pada acara Seminar Umum "Increase Your Business Movements With Act" yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana. Jakarta, Kamis (22/03/2018). Turut hadir sebagai narasumber CEO-Founder Radja Cendol (Randol) Danu Sofwan serta dihadiri Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Mercu Buana Tafiprios dan Sekretaris Program Studi Manajemen Univ. Mercu Buana Mochamad Soelton

Jakarta, innews.co.id – Bagi para mahasiswa yang ingin meniti usaha, tidak hanya keterjangkauan (affordable) oleh masyarakat yang perlu menjadi perhatian, unsur creativity dalam menciptakan sesuatu yang baru untuk ditawarkan kepada para konsumen juga sangat penting. Begitu juga unsur technology yang membuat pekerjaan akan lebih cepat dan akurat, efektif dan efisien serta fleksibel harus mendapat perhatian.

Seruan ini disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dalam diskusi bertema “Increase Your Business Movements With ACT” di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Kamis (22/3).

Agus menambahkan, pertumbuhan jumlah wirausaha akan mencapai 4,8 persen pada 2018. Jumlah wirausaha saat ini sudah mencapai rasio 3,1 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

Angka ini sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2 persen. Dengan rasio wirausaha di Indonesia sudah meningkat menjadi 3,1 persen dari total penduduk Indonesia dari sebelumnya hanya 1,55 persen di 2014.

“Jika dihitung dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 261,89 juta jiwa, maka jumlah wirausaha Indonesia cukup besar,” ujar Agus Muharram seraya mengatakan, untuk menumbuhkan kreativitas berwirausaha maka usaha bisa dimulai dari yang disukai, mengamati tren yang sedang berkembang, berpikir out of the box dan mau belajar dari kegagalan diri sendiri dan orang lain.

“Selain itu, di era kemajuan teknologi, gunakan media sosial untuk promosi, untuk komunikasi dengan customer dan sekarang e-transaksi juga sudah banyak digunakan oleh bank-bank. Hal ini harus diperhatikan oleh wirausaha,” ungkap Agus Muharram.

Di samping itu, dia juga mengingatkan agar pelaku usaha atau wirausaha mahasiswa tidak hanya mengandalkan knowledge atau pengetahuan di pendidikan formal, namun juga mengasah skill atau keterampilan, jaringan atau networking, melihat peluang (opportunity) serta sikap perilaku (attitude).

Saat ini, kata Agus, Kemenkop dan UKM sedang menggerakkan program kewirausahaan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Senada dengan Agus, Dr Tafiprios Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengatakan, menjadi entrepreneur merupakan profesi mulia dan bisa menentukan nasib sendiri atau berkreasi sendiri sesuai kemampuan. “Kalau jadi karyawan kita mengikuti sesuai aturan. Untuk itu, mindset kita harus diubah, dari kuliah, lulus, kerja dan kawin menjadi kuliah cepat lulus dan harus punya usaha. Orientasi jadi seorang pekerja diubah menjadi pengusaha. Kalau kita mapan secara ekonomi dan finansial ya harus berdagang dan berusaha,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut, Founder & CEO PT Randol Visi Utama (Radja Cendol) Danu Sofwan, Asdep Pengembangan Kewirausahaan Deputi SDM Kemenkop dan UKM Budi Mustopo, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Dr Tafiprios serta Sekretaris Program Studi Manajemen S-1 Universitas Mercu Buana Sulton Ibrahim.

Sementara itu, Founder & CEO of Randol (Radja Cendol) Danu Sofwan memberikan motivasi kewirausahaan bagi mahasiswa Universitas Mercu Buana. Danu menceritakan pahit dan dukanya dalam membuka usaha. Namun jerih payahnya berbuah manis. Kini usaha Danu dengan brand Randol telah bertebaran di berbagai daerah. “Randol baru membuka outlet di Jayapura dan sekarang sudah ada 800 outlet. Dengan adanya outlet-outlet itu bisa dibayangkan berapa pekerjaan yang kita buka,” ujar Danu sambil mengatakan, sebelum usaha minuman cendol atau Randol berkibar dan sukses, Danu mengaku sudah 10 usaha yang dibangun dan mengalami kegagalan. (RN)