Jakarta, innews.co.id – Koperasi telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian bangsa. Tatkala krisis melanda Indonesia, tahun 1998, terbukti koperasi tetap kokoh berdiri.

Peran koperasi yang begitu signifikan tergambar jelas dari KSPPS Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).

Achmad Su’ud Ketua Induk KSPPS BTM

Didirikan 2 tahun sebelum krisis melanda negeri, tepatnya 1996, KSPPS BTM terbukti dan teruji mampu berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai lembaga keuangan mikro, dalam menjalankan kinerjanya BTM menganut prinsip-prinsip syariah. Prinsip Syariah artinya, semua transaksi keuangan dilakukan dengan akad sesuai dengan syariat Islam.

Hal ini dijelaskan Achmad Su’ud, Ketua Induk KSPPS BTM kepada innews lewat perbincangan via telepon, Rabu (15/5/2019).

Kantor KSPPS BTM

Baitul Tamwil berasal dari gabungan dua pengertian, yaitu Bait yang artinya (Rumah) dan Tamwil (pengembangan harta kekayaan) yang asal katanya adalah Maal atau harta.

Pengertian dua suku kata itulah yang kemudian digunakan sebagai penanaman modal untuk lembaga keuangan mikro, yaitu berfungsi sebagai lembaga pengembangan usaha.

BTM dibangun dengan mengambil konsep dasar Baitul Maal wat-Tamwil, yang merupakan gabungan antara Baitul Tamwil, unit yang menjalankan pembiayaan secara komersil dan Baitul Maal, unit yang menjalankan pembiayaan non komersil-sosial dengan dengan dana titipan zakat, infaq, dan shodaqoh.

Bebas riba

Menurut Achmad Su’ud, visi KSPPS BTM adalah menjadi pusat pengelolaan keuangan Muhammadiyah. Sedang misinya membantu pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM); Menyediakan sarana transaksi keuangan bebas riba; Menyejahterakan warga Muhammadiyah pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Seiring waktu, lanjut Su’ud, perkembangan KSPPS BTM cukup baik. “Secara nasional ada 170 BTM Primer, 4 Pusat BTM, dan 1 Induk BTM,” terangnya.

Salah satu kegiatan pelatihan yang diadakan oleh BTM

Dia menambahkan, saat ini KSPPS BTM tersebar di beberapa provinsi antara lain, Jateng, Jatim, Lampung, Jabar, DIY, Riau, dan Kaltim.

Untuk 2019 ini, ditargetkan penyebaran BTM kian meluas, baik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Akan dibuat sebanyak minimal 200 primer di Kabupaten dan 10 Pusat BTM di tingkat Provinsi.

KSPPS BTM bertekad terus kembangkan sayap

Tentu bukan pekerjaan mudah, namun baik pengurus maupun karyawan BTM sudah bertekad untuk bekerja keras mewujudkan hal tersebut.

Menyinggung soal peraturan perkoperasian yang ada, Su’ud menilai perlu disempurnakan, sejalan dengan dinamika kebutuhan transaksi keuangan yang semakin kompleks.

KSPPS BTM melayani masyarakat, membangun bangsa

Intinya, KSPPS BTM telah turut serta memperkuat perekonomian bangsa serta mengangkat kesejahteraan masyarakat luas. Ini menjadi bagian perjuangan yang akan terus dilakoni di bumi pertiwi ini. (RN)