Andreas dari Eternity Global Law Firm, kuasa hukum nasabah PT IOI

Jakarta, innews.co.id – Kuasa hukum nasabah Indosterling Optima Investa (IOI) mengapresiasi kerja kepolisian dan kejaksaan dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu terhadap perkara di Bareskrim dengan No LP: LP/B/0364/VII/BARESKRIM.

“Kami sangat mengapresiasi Kepolisian dan Kejaksaan Agung yang tegak lurus dalam penanganan kasus ini tanpa pandang bulu sesuai dengan UUD 1945 dimana setiap orang dalam negara ini berhak mendapatkan keadilan,” kata Andreas dari Eternity Global Law Firm dalam rilisnya yang diterima innews, Kamis (10/6/2021).

Tidak itu saja, kata Andreas, pihak kepolisian dan kejaksaan bertindak profesional dan tidak terpengaruh terhadap berbagai berita miring yang banyak beredar. “Saat ini, tersangka sudah ditahan oleh Kejagung,” imbuhnya.

Andreas juga mengklarifikasi munculnya berita yang menyatakan saat ini tinggal 5 orang yang menempuh jalur pidana. “Sampai saat ini tetap 56 orang (klien), tanpa ada satupun mencabut kuasa kami,” tegasnya.

Andreas juga meluruskan pernyataan dari kuasa hukum IOI bahwa promissory note tidak dapat dibawa ke ranah pidana, namun utang piutang hanya berdasarkan opini dan silahkan dibuktikan di pengadilan. Menurutnya, pidana tidak menggugurkan proses PKPU.

“Dari awal dasar kami melihat ini pidana dikarenakan adanya peraturan dari Bank Indonesia maupun peraturan Gubernur BI tahun 2017 dan 2018 yang menyatakan PN masuk dalam Surat Berharga Komersial dan WAJIB mendapat ijin dari BI. Disamping itu, adanya yurisprudensi tahun 2013 mengenai promissory note yang dipersamakan dengan simpanan bank dan harus mendapat ijin BI,” terangnya.

Dia menambahkan, proses tindak pidana pencucian uangnya pun masih diproses oleh pihak kepolisian. Dirinya berharap agar semua aset hasil kejahatan dapat disita oleh kepolisian. “Kami menantikan tindakan dari hakim untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai oleh kepolisian dan kejaksaan,” pungkasnya. (RN)