Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tengah menyampaikan orasi ilmiahnya bertajuk 'Bela Negara', dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru angkatan 2022/2023, di Kampus UKI, Jakarta, Senin, 5 September 2022

Jakarta, innews.co.id – Upaya bela negara ada tanggung jawab semua pihak, tanpa terkecuali. Mahasiswa pun punya tanggung jawab melakukan bela negara. Tidak hanya belajar dengan sungguh-sungguh, tapi juga aktif berorganisasi dan kritis terhadap sesuatu yang tidak benar.

Hal ini dikatakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat mengukuhkan mahasiswa baru Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Aula UKI, Cawang, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono tengah memberikan sambutan pada pengukuhan mahasiswa baru di Kampus UKI, Jakarta, Senin, 5 September 2022

“Salah satu ancaman besar negeri kita adalah radikalisme hingga separatisme. Hasil survei sebuah lembaga menyatakan 30,16 persen mahasiswa di Indonesia memiliki sikap toleransi yang rendah, bahkan sangat rendah,” kata Ketua DPR RI ke-20 ini dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Bela Negara” ini.

Pada survei yang lain diketahui, toleransi publik di Indonesia masih rendah, sekitar 49,1%. “Data BNPT di 2021menyebutkan, ada 33 juta rakyat Indonesia yang terpapar paham radikalisme. Ini dibuktikan bahwa isu separatisme dan kekerasan masih saja muncul sepanjang 2022 dan banyak masyarakat sipil menjadi korban. Begitu juga nilai-nilai budaya asing telah menggeser kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan,” urai Bamsoet–sapaan akrab Ketua MPR ini.

Lebih jauh Bamsoet juga mengingatkan, ancaman terbesar juga yang muncul adalah LGBT (Lesbian, Gay, Bi-Seksual, danTransgender). “LGBT telah menjadi ancaman terhadap sendi-sendi kehidupan, selain menyalahi norma-norma agama. Sebab, tidak ada agama yang menghalalkan pasangan sejenis,” terangnya.

Rektor UKI dan para Wakil Rektor berfoto bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Ditekankan pula, agar para mahasiswa tidak mudah terpengaruh berita-berita hoaks. “Menghindari ikut menyebar berita-berita hoaks juga bagian dari bela negara,” pesan Bamsoet.

Sementara itu, Rektor UKI, Dhaniswara K. Harjono mengatakan bahwa saat ini UKI yang didirikan pada tahun 1953 ini memiliki 4 julukan yakni, Kampus Kasih, Kampus Perjuangan, Kampus Bhinneka Tunggal Ika, dan Kampus Unggul.

“Predikat Unggul yang diperoleh UKI pada 26 Juni 2022 itu adalah sebuah pengakuan secara nasional akan eksistensi UKI dalam memberikan pendidikan yang unggul dan terpercaya. Tidak hanya itu saja, sejumlah program studi (prodi) di UKI juga telah berstandar A,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rektor UKI mengajak para mahasiswa baru untuk berperilaku baik dan penuh kasih satu dengan yang lain, serta benar-benar menjaga harkat dan martabat baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.

“Kita berlomba-lomba memberikan prestasi terbaik, baik dalam studi maupun kegiatan lainnya,” serunya. (RN)