Dr (HC) Puan Maharani Ketua DPR RI

Jakarta, innews.co.id – Pengurus baru presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) periode 2020-2024 dilantik secara resmi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin.

“Tugas KPP-RI adalah meningkatkan kualitas politisi perempuan, sehingga jalan bagi perempuan untuk menempati posisi-posisi utama di parlemen semakin lempang,” kata Puan dalam rilisnya, Kamis kemarin.

Puan menambahkan, ini adalah tentang sudah dibukanya gerbang bagi perempuan Indonesia, untuk menempati posisi-posisi utama dalam politik. “Saya percaya, KPP-RI berperan penting untuk membuat perjalanan ini menjadi lebih cepat lagi ke depannya,” tambahnya.

Pengukuhan pengurus KPP-RI periode 2020-2024, mengambil tema “Perempuan Unggul, Indonesia Maju”. Spirit yang diharapkan oleh Puan Maharani selaku Ketua Dewan Pembina KPP-RI, adalah menyertakan perempuan dalam proses pembangunan.

KPP-RI kini dipimpin oleh anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka (F-PDIP) yang menjabat Ketua Presidium. Diah Pitaloka menggantikan Ketua Presidium KPP-RI periode 2015-2019 Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.

Puan menambahkan, meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai KPP-RI, namun perempuan Indonesia masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi maupun politik.

“Kami harus mengingatkan dan meyakinkan banyak orang bahwa menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah sekadar kebijakan afirmatif melainkan bentuk kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia,” kata Puan.

Dikatakannya, ada harapan yang diletakkan oleh para perempuan Indonesia di pundak KPP-RI yang harus diwujudkan secara maksimal menjalankan tugas konstitusional sebagai anggota Parlemen Indonesia melalui fungsi legislasi, fungsi pengawasan, dan fungsi anggaran.

“Salah satu yang harus segera dilakukan oleh KPP-RI adalah penguatan regulasi nasional untuk menjamin peran perempuan serta membangun kerja sama antar-kelompok dan negara untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi peran perempuan,” pungkasnya. (RN)