JR Saragih dijadikan tersangka

Medan, innews.co.id – Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ini yang dialami yang dialami bakal calon Gubernur Sumatera Utara Jopinus Ramli Saragih atau akrab disapa JR Saragih.

Setelah KPUD Sumut memutuskan dirinya tetap tidak bisa ikut Pemilihan Kepala Daerah di Sumut, kini ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto.

Penetapan JR Saragih sebagai tersangka disampaikan Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Utara sekaligus pengarah Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut Komisaris Besar Andi Rian. Dia mengatakan, dari hasil gelar perkara tim Gakkumdu, JR Saragih telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Berdasarkan hasil gelar tim Gakkumdu, hari ini saudara JRS ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan menggunakan surat palsu, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,” kata Andi, di Medan, Kamis (15/3).

Andi mengaku tim Gakkumdu punya alat bukti yang cukup untuk menetapkan JR Saragih sebagai tersangka. “Alat bukti fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir, sudah disita dari KPU. Kemudian dari pelapor, kemudian specimen tandatangan dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” kata Andi.

Selain itu, lanjut Andi, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menerbitkan surat yang menyebut tidak pernah melegalisir fotokopi ijazah SMA JR Saragih. “Kami juga telah meminta keterangan langsung Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ardianto terkait kasus ini pada Selasa lalu,” ujar Andi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan pada Jumat, (16/3) mengatakan partainya masih mendalami kasus itu setelah mendapat informasinya tadi malam. “Kita praperadilankan penetapan status tersangka yang tidak memenuhi prosedur hukum yang tepat,” kata Hinca Panjaitan.

JR Saragih merupakan bakal calon gubernur Sumatera Utara 2018 – 2023 diusung Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). (IN)