Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat mengunjungi peternakan sapi di Lampung Selatan

Lampung Selatan, innews.co.id – Para anggota Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera (MS) sangat ingin memiliki sapi secara kredit, hanya saja koperasi memiliki kesulitan permodalan.

Menurut Jaya Suhadi Ketua KPTMS, phaknya membutuhkan sekitar 100 ekor sapi, senilai Rp2 milyar dengan masa tenor atau lamanya angsuran kredit selama 2-3 tahun.

“Kebutuhan 100 ekor sapi itu tidak sertamerta langsung, melainkan bertahap, dengan rincian setiap bulan 20 ekor sapi,” jelasnya, di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu (25/7/2020).

Satu peternak, lanjutnya setidaknya memiliki 10-13 ekor sapi. “Saat ini para peternak yang menjadi anggota koperasi baru memiliki 1-2 ekor sapi,” jelasnya.

Jika dihitung-hitung, satu peternak akan membayar cicilan sekitar Rp700 ribu hingga Rp 1 juta perbulan. Besaran cicilan ini tidak memberatkan peternak.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM berpotensi membiayai permodalan dana bergulir bagi KPTMS. Dirut LPDB KUMKM Supomo menyebutkan, ada dua hal yang menjadi kebutuhan koperasi yaitu, kebutuhan akan ketersediaan pakan ternak dan meningkatkan populasi sapi.

Supomo beranggapan, LPDB KUMKM bisa memperkuat permodalan untuk pengadaan pakan ternak. “Kalau peternak sapi beli pakan ternak sendiri-sendiri kurang efisien. Maka, bisa beli melalui koperasi. Disitu LPDB berpotensi untuk menggulirkan dana bergulir,” jelasnya. (RN)