Monisyah Wakil Ketua Umum DPN Seknas Dakwah Jokowi bersama Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, innews.co.id – Di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar yang banyak menggunakan sistem belajar jarak jauh, khususnya di daerah terpencil sejatinya benar-benar mendapat perhatian, tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga semua kalangan. Hal ini penting, mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana penunjang sampai pada ketersediaan jaringan internet.

“Dengan sarana dan prasarana serta jaringan internet yang memadai, generasi penerus bangsa tetap bisa mendapatkan pendidikan yang baik,” ujar Monisyah Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian dan Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB), sebuah lembaga kajian strategis bidang sosial dan ekonomi, dalam siaran persnya, Sabtu (13/3/2021).

Menurutnya, keterbatasan sarana pendukung akan membuat peserta didik sulit memperoleh pendidikan yang semestinya. Di satu sisi, untuk hadir di sekolah, saat ini kondisi belum semua daerah memungkinkan diterapkan.

“Peran serta semua pihak sangat diharapkan guna mendukung ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan,” kata Monisyah lagi.

Selama ini, LPIPB yang merupakan mitra kerja pemerintah serta TNI/Polri ini melihat, keterbatasan sarana pendidikan kerap dialami sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

“Dukungan terhadap sekolah di wilayah 3T masih perlu digalakkan. Termasuk oleh kalangan BUMN maupun swasta,” ujar Monisyah yang juga salah satu pimpinan relawan pendukung Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 ini.

Monisyah menyambut baik aksi sosial yang dilakukan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang membagikan 30 unit komputer kepada tiga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dorit Tunggal, Sanggau, PKBM Setia Bakti, Sanggau dan PKBM Seroja, Sambas, Kalimantan Barat. Ketiganya merupakan wilayah yang masuk 3T.

Ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ‘Askrindo Peduli Pendidikan’. Program yang telah dijalankan sejak 2019 ini telah menyalurkan sebanyak 175 unit komputer di 14 PKBM yang tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

“Apa yang dilakukan Askrindo sesuai dengan Sustainable Development Goals atau SDG’s No. 4, yakni menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Hendaknya hal ini bisa diikuti semua pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia,” pungkas Monisyah. (RN)