GajiGesa Leadership Team (co-Founders Vidit Agarwal & Martyna Malinowska with Ade Yuandah Saragih - Indonesia GM)

Jakarta, innews.co.id – Sejak berkiprah lebih luas enam bulan lalu, GajiGesa, startup fintech, telah berhasil meraup pendapatan dan kerja sama yang mengagumkan. Saat ini GajiGesa telah mengumpulkan pendanaan pra-Serie A senilai US$ 6,6 Juta (SGD 9 Juta/Rp. 94,5 Milyar) untuk memperluas ketahanan finansial di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Ade Yuanda Saragih, Country General Manager GajiGesa Indonesia, dalam keterangan resminya yang diterima innews, Senin (6/12/2021). Konsep Earned Wage Access (EWA) untuk para karyawan, yang memungkinkan employer atau perusahaan memberikan gaji kepada karyawan lebih awal tanpa mengganggu arus kas perusahaan, kian meluas.

“EWA mulai populer di seluruh dunia dengan Asia menjadi pusat pertumbuhan berikutnya. Perusahaan seperti Square sampai Revolut, Visa dan PayPal telah berpartisipasi atau menjajaki kerjasama dengan perusahaan fintech di sektor ini,” terang Ade.

Sejumlah investor baru kian meminati di antaranya, Wagestream, January Capital, Bunda Group, Smile Group, Oliver Jung, mitra Northstar Group termasuk Patrick Walujo, Nipun Mehra (CEO, Ula), dan Noah Pepper (Head of APAC, Stripe), dan beberapa Angel Investor terkemuka lainnya. Investor awal termasuk Defy.vc, Quest Ventures, GK Plug and Play, Next Billion Ventures juga ikut berpartisipasi pada putaran yang dipimpin oleh MassMutual Ventures ini.

Ade mengakui, negara berkembang di Asia lebih lambat dalam mengadopsi model ini. Meski begitu ada momentum pertumbuhan di banyak kawasan. Mulai dari MENA dan India sampai Asia Tenggara, beberapa perusahaan startup EWA mulai bermunculan dan mengubah metode penggajian tradisional. “Di GajiGesa, kami bersemangat untuk mempelopori upaya ini di Asia Tenggara dimulai dari Indonesia,” tukasnya.

Dia menjelaskan, solusi kesehatan karyawan GajiGesa yang dibangun sebagai pendukung EWA telah mengalami pertumbuhan eksplosif sampai 40 kali lipat pada tahun ini, sementara solusi manajemen karyawan terintegrasinya, GajiTim, kini melayani lebih dari 200.000 pengguna.
 
“Kami juga telah melipatgandakan jumlah perusahaan yang bekerjasama dengan kami dalam 6 bulan terakhir, dan sekarang melayani lebih dari 120 perusahaan besar dari berbagai industri seperti pabrik, perkebunan, manufaktur, ritel, restoran, rumah sakit, dan perusahaan teknologi.

Ade menuturkan, di GajiGesa, ia bersama para founders lainnya begitu bersemangat untuk meningkatkan komitmen dalam menghadirkan ketahanan finansial yang bermartabat ke setiap lingkungan kerja dengan memberdayakan pemberi kerja dan karyawan mereka dengan instrumen finansial yang adil, inklusif, dan terjangkau. (RN)