Kyai Rizal Maulana yang akrab disapa Kyai Asyik bersama keluarga

Jakarta, innews.co.id – Idul Fitri bukanlah sebatas perayaan semata. Bukan pula jadi ajang pamer baju baru atau pernak pernik yang serba wah. Ada makna yang terdalam dari sekadar merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

“Banyak orang merayakan Idul Fitri dengan bersalaman, minta maaf sana-sini, tapi sesungguhnya hatinya masih menyimpan dengki dan dendam terhadap sesamanya. Ini sama saja dengan Idul Fitri kamuflase atau fatamorgana,” kata Kyai Rizal Maulana sebagai pesan Idul Fitrinya kepada innews, Sabtu (15/5/2021).

Kyai Asyik bersama Jenderal Moeldoko saat menjadi Khotib di kediamannya, 13 Mei 2021

Lebih jauh ulama yang akrab disapa Kyai Asyik ini mengatakan, “Idul Fitri bukan sekedar bersalaman-salaman, minta maaf, baik secara virtual maupun offline. Namun menjadi momentum dimana kita bebas dari segala dosa dan kemungkaran Allah SWT”.

“Melalui Idul Fitri, hati kita juga harus terbebas dari rasa dengki, dendam, dan marah terhadap seseorang. Jadi, harus benar-benar dibuang rasa amarah, benci, dan dendam kepada orang-orang tertentu,” tukasnya.

Jenderal Moeldoko tampak tengah memberikan pesan-pesan kepada jemaah yang hadir

Kyai Asyik mengajak semua umat Muslim untuk membebaskan hati dan pikiran kita agar benar-benar putih bersih kepada orang lain, termasuk mereka yang berbeda agama dengan kita. “Kita buat hati bersih dan berjanji untuk tidak mengulangi segala kekhilafan yang pernah terjadi sebelumnya,” serunya.

Kyai Asyik dengan lugas meminta umat Muslim, terutama untuk membebaskan hati dan diri kepada siapapun, baik yang seagama maupun yang berbeda. “Jadikan momentum Hari Raya Idul Fitri ini sebagai perekat hati yang tercerai berai,” ujarnya saat menjadi khotib di kediaman Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) DR. Moeldoko, 13 Mei 2021, lalu.

Pesan khusus Kyai Asyik di Perayaan Idul Fitri 1442 H

Kyai Asyik juga mengajak semua pihak untuk tidak jemu-jemu berdoa agar pandemi Covid-19 bisa segera berlalu. “Kita mohonkan keridhoan Allah SWT agar pandemi Covid-19 bisa berlalu dari negara kita, sehingga bangsa kita dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bisa meneruskan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (RN)