Dona Yurike Sidabutar Ketua Umum Masyarakat Indonesia Maju (MIM) bersama Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan (KSP)

Jakarta, innews.co.id – Lahirnya organisasi kemasyarakatan Masyarakat Indonesia Maju (MIM) yang digawangi Dona Yurike Sidabutar bak oase bagi rakyat Indonesia. Betapa tidak! Wadah yang telah ada di 20 provinsi ini fokus pada pemberdayaan masyarakat.

Hal yang menjadi fokus MIM terkait pemberdayaan masyarakat, kata Dona, adalah revolusi mental. “Kita mau rakyat Indonesia punya cara berpikir maju,” kata Dona kepada innews, Senin (7/6/2021).

Pelantikan Ormas Masyarakat Indonesia Maju di Gedung Joang ’45, Jakarta, Sabtu (5/6/2021)

Selain membenahi mental, MIM juga akan memberikan ‘kail’ agar kesejahteraan bisa meningkat. Dona mengatakan, pihaknya akan memberikan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, ekonomi kreatif, perikanan, lingkungan hidup, dan sektor-sektor lainnya.

MIM mengukuhkan diri sebagai mitra juang pemerintah. “Kami akan menerapkan program kerja di 20 provinsi. Baru kami laporkan ke pemerintah. Sekiranya mungkin bs diduplikasikan, tentunya dengan anggaran pemerintah,” jelasnya.

Terkait keterlibatan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menurut Dona, sebagai pintu masuk ke pemerintah. “Kami akan memulai program di Sumatera Utara dan berlanjut ke provinsi-provinsi lain. Mengenai pelatihan yang akan diadakan disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” urainya.

Dona menekankan pengurus MIM mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah harus berintegritas. “Kita mau mentransfer nilai-nilai positif ke masyarakat. Karena itu, pengurusnya juga harus benar-benar berjiwa pengabdian,” tukasnya.

Menjadi Pengurus MIM, sambungnya, harus menandatangani pakta integritas. Selain itu, turut melengkapi kepengurusan ada jajaran Dewan Pakar yang punya tugas mengawasi relasi dengan pemerintah. MIM juga memiliki koperasi guna memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. (RN)