Jakarta, innews.co.id – Kaum perempuan telah terbukti mampu menjadi solusi krisis ekonomi, khususnya dalam perekonomian rumah tangga, atau yang kita kenal dengan usaha mikro.

Hal ini disampaikan Sekretaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring, dalam talkshow yang digelar dalam rangka hari puncak HGB (Hari Gerak Bersama) PKK ke-46 dan Jambore Nasional Kader PKK di Jakarta, Selasa (2/10).

Menurut Meliadi, perempuan kapasitas dan kualitas yang dapat dikembangkan menjadi wirausaha tangguh.

“Karakter yang kuat, ulet, telaten, dan konsisten adalah sifat yang melekat di perempuan ditambah populasinya yang mencapai 133,56 juta jiwa atau 51 persen dari jumlah penduduk Indonesia, saya kira itu kekuatan yang luar biasa,” ujar Meliadi.

Peran serta perempuan dalam koperasi pun cukup menggembirakan, dimana saat ini tercatat ada 12.507 unit koperasi wanita (kopwan).

Beberapa kopwan yang besar antara lain, Koperasi Setia Bhakti Wanita di Surabaya dengan jumlah anggota 12.401 orang, aset sebesar Rp178 miliar dan omset Rp243 miliar. Selain itu ada, Koperasi Setia Budi Malang, dengan anggota 9.377 perempuan, aset Rp90 miliar dan omset Rp118 miliar.

Lebih lanjut Meliadi Sembiring mengatakan perekonomian kita yang saat ini tumbuh 5,2 persen dan akan stabil diatas 5 persen, cukup tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Setelah pertumbuhan ekonomi sudah bagus, pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah merata? Disitulah koperasi dituntut bisa memberikan andil dalam pemerataan ekonomi,” katanya.

Ia menegaskan, koperasi adalah lembaga yang bisa mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Selain di koperasi, peran serta perempuan di dalam UMKM juga cukup dominan. Jika pada 2014 , peran serta perempuan dalam UMKM masih 40,76 persen, pada 2016 meningkat menjadi 60 persen.

Jumlah UMKM saat ini sekitar 62,9 juta unit. “Kalau kita lihat rinciannya 98 persen lebih usaha mikro. usaha kecil 1,2 persen, menengah 0,09 persen dan usaha besar 0,01 persen,” jelasnya.

Menurut Meliadi, pelaku UMKM perempuan telah tampil membawa solusi bagi krisis ekonomi khususnya di tingkat Rumah Tangga. “Rata rata perempuan bisa memperoleh keuntungan 30 persen,” ujarnya. (RN)