Para peracik kopi profesional berkumpul bersama

Jakarta, innews.co.id – Saat ini, kopi menjadi salah satu minuman favorit di seluruh dunia. Seiring dengan ketenaran dan jumlah penikmat kopi, inovasi-inovasi dalam industri kopi terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari cara pengelolaan perkebunan kopi, keanekaragaman biji kopi, alat-alat yang digunakan dan metode penyajiannya.

Bahkan, saat ini muncul istilah, “Dalam secangkir kopi kita bisa menemukan berjuta keindahan”. Rasanya istilah ini tidaklah berlebihan. Semua tentu berpulang pada sentuhan meramu kopi.

Kopi yang nikmat adalah kopi yang di sajikan dengan takaran dan proporsi yang sesuai. Selain itu, alat dan metode penyajian juga menjadi faktor penting dalam menentukan rasa dari kopi yang kita sajikan.

Diskusi para peracik kopi

Peran barista dalam menyajikan kopi nikmat begitu besar. Barista adalah orang yang bekerja membuat dan menyajikan minuman kopi untuk para pelanggan di kedai atau coffee shop.

Bisa dikatakan barista merupakan ujung tombak yang menentukan secangkir kopi bisa enak dinikmati oleh khalayak. Oleh karenanya, seorang barista harus memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam hal perkopian.

Saat ini, profesi barista menjadi sesuatu yang menjanjikan. Ini menjadi bagian dari industri kreatif yang tengah ditumbuhkembangkan oleh pemerintah. Peminat barista pun kian banyak. Sayangnya, kebanyakan dari mereka belajar secara otodidak. Padahal, sangat penting seorang barista memiliki sertifikat.

Penampilan para peracik kopi

Tidak itu saja, para barista pun kerap menguji kemampuan lewat kompetisi. Bicara kompetisi, di Indonesia sejak 2004, umumnya di level lokal. Baru pada 2013 diadakan kompetisi barista setingkat nasional. Bahkan, beberapa dari finalisnya sudah ikut kompetisi di tingkat dunia dan berhasil meraih juara.

Kompetisi barista

Dalam waktu dekat, para barista yang terhimpun dalam Perkumpulan Peracik Kopi Indonesia (PPKI) akan mengadakan kompetisi barista di sela-sela perhelatan Jakarta International Premium (JIPREMIUM) Products Fair 2019 yang diselenggarakan oleh COEX, Korea International Trade Association (KITA), dan Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA), 7-9 November 2019 di Jakarta Convention Center akan mengadakan JIPREMIUM Coffee Championship.

Siapa tidak tergoda melihat karya para peracik kopi ini

Ada dua kategori yang dilombakan yakni, Latte Art dan Manual Brew V60. Acara ini merupakan kerjasama PPKI dengan World Wide Trade Promotion, dan disponsori oleh Tofico dan A.R.C Roastery.

Tentunya acara ini menjadi sesuatu yang sangat dinanti-nanti. Para barista akan mengeluarkan segala kemampuannya di ajang bergengsi ini.

Para peracik kopi di sebuah event

PPKI atau dikenal juga dengan Indonesian Barista Community / IBC merupakan wadah para peracik kopi yang anggotanya tidak hanya mumpuni dalam menyajikan kopi nan nikmat, tapi juga bersertifikat skala nasional dan lembaga profesi.

Kehadiran wadah ini karena ada rasa keprihatinan atas minimnya pengembangan karir dan kesejahteraan peracik kopi, terutama yang sudah tersertifikasi.

Karenanya, PPKI mendorong baik peracik kopi, dunia industri, maupun pemerintah agar mulai memperhatikan standar profesi di bidang kopi, sehingga tercipta suatu iklim pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat internasional.

Ajang kompetisi para peracik kopi di JCC, 7-9 November 2019

Visi PPKI adalah menjadi wadah perkumpulan peracik kopi bersertifikat yang bertujuan memberdayakan para anggotanya. Sedang misinya, Menjembatani pemerintah dan swasta dalam pengembangan profesi bidang kopi di Indonesia; Memajukan para alumni pelatihan yang sudah bersertifikat; Mensosialisasikan profesi bidang kopi dan produk kopi sebagai daya tarik pariwisata.

Ada pun ruang lingkup kegiatan PPKI yakni, Festival, Bazar, Tempat usaha (mall, perkantoran, pasar, dan lainnya). Sementara dalam bentuk sosialisasi dan promosi akan dilakukan Pelatihan, Pembinaan dan pengembangan, serta Pendidikan dan sertifikasi.

Tidak itu saja, PPKI juga menjalin kemitraan dengan petani dan supplier bidang kopi, Pemerintah daerah maupun pusat, dan BUMN dan swasta (perbankan, fintech, IT, dan lainnya). (RN)