Gede Pasek Suardika Sekretaris Jenderal Partai Hanura

Jakarta, innews.co.id – Reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo jelang akhir 2020 ini dengan mengganti 6 menteri dan menambah 5 wakil menteri, cukup mengagetkan banyak pihak.

Selain penempatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, juga masuknya Sandiaga Uno (Cawapres pasangan Prabowo pada Pilpres 2019). Uniknya, dalam konstruksi pembantu Presiden saat ini, ada dua orang yang berasal dari dua parpol non-parlemen yang diangkat menjadi Wakil Menteri, yakni Angel Tanoesudibjo (Wakil Menteri Pariwisata dari Partai Perindo) dan Surya Tjandra (Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN dari PSI).

Meski telah melakukan reshuffle, namun kader dari Partai Hanura yang juga masuk dalam koalisi Indonesia Kerja tak jua mendapat posisi dalam kabinet Presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Gede Pasek Suardika Sekretaris Jenderal Partai Hanura mengaku, partainya tidak kecewa. “Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya Menteri dan Wakil Menteri yang baru oleh Presiden Joko Widodo,” ujarnya dalam pesannya kepada innews, Kamis (24/12/2020).

Dirinya berharap, semoga bisa menjaga marwah pemerintah dengan integritas yang ada. “Yang pasti, Presiden Jokowi membuat sejarah dimana lawan kompetisinya (pada Pilpres 2019) semua dirangkul dalam kabinet. Ini sejarah pertama kali di Indonesia. Fenomena politik yang menarik dicermati,” lanjutnya.

Pasek menambahkan, “Walau sudah dua kali mengusung Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019, kami sadar posisi Hanura saat ini memang tidak ideal ada di kabinet karena tidak ada parlemen di tingkat pusat”.

Dikatakannya, Hanura tetap komit mendukung Pemerintah Jokowi – Ma’ruf Amin hingga 2024 nanti. “Tentunya kami tetap berkomitmen untuk mendukung Pemerintahan Jokowi sampai selesai,” tukas Pasek. (RN)