Monisyah, S.Sos., Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian dan Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) yakin masih lebih banyak masyarakat yang mencintai Jokowi

Jakarta, innews.co.id – Aksi damai yang dilakukan warga masyarakat di Sarinah Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019), menjadi sinyal bahwa dukungan terhadap Presiden Jokowi begitu besar. Sekaligus menepis isu bahwa Jokowi tengah ditekan kelompok tertentu. Sebab faktanya, masih lebih banyak masyarakat yang menaruh simpatik padanya.

Hal.ini secara lugas dikatakan Monisyah, S.Sos., saat ditemui di kerumunan masyarakat yang tengah membagi-bagikan bunga perlambang cinta dan damai kepada warga yang melintas di kawasan MH. Thamrin.

Masyarakat nyatakan kebulatan tekad mengawal pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang

Lebih jauh Monisyah mengatakan kita apresiasi aksi demo dari mahasiswa. Namun, ada pihak-pihak yang sengaja menunggangi aksi ini untuk kepentingan sempit kelompoknya. “Ini sangat disayangkan. Padahal, suara mahasiswa hanya sebatas mengkritisi revisi UU KPK dan UU KUHP. Namun kalau berakhir rusuh, berarti ada oknum-oknum yang sengaja membuat keruh,” ujar Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian dan Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) ini.

Monisyah menjelaskan, di Jakarta pada Pilpres April 2019 lalu, pasangan Jokowi-Ma’ruf tampil menjadi pemenang di Ibu Kota. Jadi, lanjutnya, melalui aksi ini, kami mau tegaskan bahwa mayoritas masyarakat tetap mendukung Jokowi untuk memimpin bangsa ini sampai 2024.

Tanpa tedeng aling-aling, Monisyah mengatakan, penumpang gelap yang sengaja menunggangi demo mahasiswa adalah pengkhianat bangsa. “Mereka (oknum penumpang gelap) itu pengecut sehingga memakai demo mahasiswa untuk memperkeruh keadaan. Mahasiswa ditunggangi oleh oknum-oknum yang mau merusak bangsa,” tegas Monisyah.

Warga bangsa tampak memadati kawasan Sarinah, Jakarta, Minggun(29/9/2019), untuk menyatakan dukungan terhadap Jokowi

Para mahasiswa, terangnya, tidak ada keinginan menjelek-jelekkan Presiden Jokowi, apalagi mau menjatuhkan atau menggagalkan pelatikan Presiden-Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Bagi Monisyah, mereka-mereka yang terus menerus menunjukkan ketidaksukaan terhadap Presiden Jokowi dan berupaya menghalalkan segala cara menurunkannya adalah para petualang politik yang sengaja agar bangsa ini hancur. Padahal, secara konstitusional, Jokowi sah dipilih. Bahkan, diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena itu, Monisyah berkeyakinan mayoritas masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta, masih mencintai Jokowi. “Kita sama-sama yakin Presiden Jokowi akan membawa Indonesia lebih hebat lagi dalam 5 tahun kedepan,” tukas Monisyah. (RN)