Henry Koenaifi (kiri) dan Vera Eve Lim

Jakarta, innews.co.id – Dua Direktur Bank Central Asia (BBCA) menambah kepemilikan sahamnya di bank tersebut dengan memborong lembaran saham di waktu yang berbeda.

Direktur BCA Vera Eve Lim pada 25 Juli lalu telah  menambah kepemilikan saham BCA dengan membeli 9.600 saham BCA di harga Rp 31.250 per lembar saham.

Sementara itu, Direktur BCA Henry Koenaifi pada 6 Agustus lalu memborong 16.900 saham BCA dengan harga Rp 29.550 per saham.

Nilai transaksi pembelian saham BCA itu sekitar Rp 499,4 juta. Memang pada 6 Agustus 2019, harga saham BCA sempat anjlok hingga menyentuh posisi Rp 28.825 per saham sebelum akhirnya ditutup di posisi Rp 29.400 per saham. Di har itu, pergerakan harga saham BCA di rentang Rp 28.825-Rp29.775 per saham.

Sebelumnya, harga saham BCA menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, yakni pada 22 Juli lalu di posisi Rp 31.450 per saham. Namun, selepas itu, cenderung terus menurun.

Pembelian saham oleh Henry Koenaifi membuat kepemilikannya bertambah. Sebelumnya, Henry telah memiliki 1.024.983 saham BCA. Usai transaksi, jumlah sahamnya menjadi 1.041.883 saham.

Sebagai informasi, pada 13 Mei lalu, Henry Koenaifi juga tercatat membeli saham BCA, sebanyak 67.845 lembar saham BCA dengan harga rata-rata sebesar Rp 28.115,46 per saham.

Nampaknya, tren penurunan harga saham Bank Central Asia alias BCA (BBCA) belakangan ini menjadi peluang bagi sebagian investor untuk menambah kepemilikan sahamnya. (RN)