Jakarta, innews.co.id – Kualitas keberagaman diukur bukan dari siapa yang paling sering ke rumah ibadah, melainkan diukur dari seberapa besar menebar kebajikan dan kemanfaatan bagi sesama.

Penegasan ini disampaikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Syarifuddin saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Hotel Hariston, Jakarta, Kamis (20/12).

Para pengurus Matakin dan tokoh Khonghucu bersama Menteri Agama RI Lukman Hakim Syarifuddin dan Prof. Jimly Assidhiqi

Lebih jauh Menag mengatakan, di lihat dari sisi luar (institusional), di dalam satu tubuh saja sudah terdapat banyak perbedaan. Namun, bila agama dilihat dari sisi dalam, maka akan ditemukan banyak persamaan.

Menag mengingatkan bahwa Tuhan menciptakan perbedaan untuk saling melengkapi satu sama lain. Namun, seringkali agama diperalat dengan saling menafikan satu dengan yang lain.

Uung Sendana Linggaraja Ketua Umum Matakin memberikan sambutan di Pembukaan Munas XVIII Matakin di Hotel Hariston, Jakarta, Kamis (20/12)

Disampaikan pula oleh Menag bahwa momentum Munas memiliki 2 makna, yaitu melakukan refleksi dan introspeksi serta membuat proyeksi. Antara refleksi dan proyeksi harus sejalan.

“Kita evaluasi yang sudah berjalan untuk membuat perencanaan yang lebih baik ke depan,” pinta Menag yang juga berharap Munas XVIII Matakin ini mampu menyamakan persepsi.

Paduan Suara Perkhin tampil pada Pembukaan Munas XVIII Matakin di Hotel Hariston, Jakarta, Kamis (20/12)

Sementara itu, Uung Sendana Linggaraja, Ketua Umum Matakin dalam sambutannya menyampaikan bahwa perbedaan yang ada adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama.

“Pancasila adalah warisan founding parents. Karena itu, umat Khonghucu juga punya tanggung jawab menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ajaknya.

Pembukaan Munas XVIII Matakin dihadiri ratusan tokoh Khonghucu serta pengurus dari seluruh Indonesia

Munas kali ini dihadiri sejumlah tokoh Khonghucu serta pengurus dari seluruh Indonesia. Pembukaan Munas ditandai dengan tabuhan gendang yang dilakukan oleh Menag. (RN)