Yogyakarta, innews.co.id – Peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Beringharjo, Yogyakarta, sebagai lembaga keuangan telah diakui oleh masyarakat yang kurang mampu.

Ditemui di Kantor Pusat BMT Beringharjo, Mursida Rambe menjelaskan, “Kami konsisten menerapkan prinsip-prinsip koperasi dan syariah”.

Mursida menerangkan, sejauh ini progresnya terus meningkat, meski terkadang berfluktuasi. Posisi aset BMT Beringharjo per September 2018 senilai Rp160 milyar.

Juga telah memiliki 17 kantor cabang pelayanan, di antaranya di Yogyakarta 4 kantor, di Jawa Timur (9 buah), Jawa Barat (3 buah), Jawa Tengah (1 buah), Jakarta (1 buah). Dengan kekuatan personil mencapai 155 orang.

Menurut Mursida, pihaknya selalu menjaga keseimbangan antara Baitul Maal yang berorientasi profit dengan Tamwil yang mengarah pada sosial.

Disamping itu BMT konsisten sejak awal keberadaannya membantu masyarakat kurang beruntung yang tinggal di pinggir kali, pasar, dan sebagainya. “Kehadiran BMT harus keroso (rerasa) bagi masyarakat yang kurang mampu,” tambah Mursida.

Tidak itu saja, BMT secara konsisten mendampingi kaum dhuafa. “Uang di masa sekarang ini tidak penting, tapi mental yang utama. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan yang konsisten,” ujarnya.

Pekerjaan ini, meski tergolong tidak bergengsi, tapi high cost. Tak heran, banyak lembaga keuangan sejenis yang mencoba melakukan hal ini, tapi berguguran lantaran tidak kuat.

Mursida juga menerangkan, sejak awal 2018 ini seperti miracle bagi BMT. Karena yang biasanya persentase pembayaran hanya di kisaran 50-60 persen di awal tahun, sejak Januari 2018, kami bisa menghimpun dana sampai 90 persen. “Tidak pernah terjadi dalam sejarah BMT,” ucapnya.

Sekarang ini, lanjutnya, kami hanya fokus pada visi-misi pemberdayaan ekonomi masyarakat, sosialisasi ekonomi syariah, dan pemberantasan rentenir.

Melihat progres yang terus menanjak, belakangan, BMT Beringharjo ditawari menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menanggapi hal itu, menurut Mursida, kami sejauh ini masih mempelajari hal tersebut. Karena itu kepercayaan besar dari negara kepada kami.

“Sejauh ini kami masih melihat kesiapan kami, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia,” ujar Mursida. (RN)