Yance Mote Sekum BPD Hipmi Papua melantik kepengurusan BPC Hipmi Kabupaten Kerom, Rabu (12/8/2020)

Kerom, innews.co.id – Pelaksanaan Musyawarah Cabang IV Badan Pengurus Cabang (BPC) Kabupaten Kerom berjalan sukses, Rabu (12/8/2020). Mengusung tema ‘Penguatan Kapasitas UMKM Pengusaha Kerom Ditengah Pandemi Covid-19 Menuju Industri 04 Kerom yang Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera’, acara diikuti puluhan pengusaha muda. Turut hadir melantik kepengurusan BPC, Yance Mote Sekretaris Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Papua.

Menurut Yance, Hipmi adalah wadah para pengusaha muda, sekaligus mitra stategis pemerintah yang netral dan tidak berpolitik. “Hipmi menjadi bagian penting dalam kemajuan iklim investasi dan bersama pemerintah bersinergi memajukan daerah. Himpi juga terus menularkan embrio-embrio enterpreneurship, sehingga sektor rill menjadi bagian penting dalam mengangkat UMKM dan komoditi lokal Kabupaten Kerom,” urainya.

Yance Mote bersama para pengurus BPC Hipmi Korem

Dikatakannya, Himpi juga mendorong suksesnya pengusaha melalui program-program pemerintah. Salah satunya dengan pemberdayaan UMKM.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta. Untuk menumbuhkan jumlah pelaku UMKM yang berselancar di dunia maya, Kemenkop UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan para pelaku e-commerce. Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan antara kepala negara dan jajarannya saat menggelar rapat terbatas terkait program pemulihan ekonomi nasional secara tertutup dari media, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

“Komoditi lokal di Kerom harus bisa menembus pasar global melalui e-commerce,” seru Yance seraya meminta agar UMKM di Kerom segera didata agar tidak ketinggalan mendapatkan bantuan Kredit KUR oleh Perbankan.

Yance Mote tengah menyerahkan Pataka kepada Ketua BPC Hipmi Korem

Seperti dikatakan Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, “Ini adalah bantuan produktif untuk usaha mikro atau UMKM. Pagunya sekitar Rp 22 triliun, dan program ini sifatnya pinjaman”.

Hingga kini, pemerintah telah berhasil mengumpulkan sekitar 17 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia yang berasal dari koperasi, kepala dinas berbagai daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

“Harapan kami, Pengurus yang baru bersama dengan dinas terkait segera mengumpulkan data UMKM di Kerom, agar bisa mendapat bantuan yang dimaksud,” pinta Yance.

Tidak itu saja, Yance mengatakan, pihaknya akan meminta OJK Papua untuk mengawal sehingga bank bisa memberikan kredit KUR bagi pelalu UMKM. (RN)