Johannes L. Tobing, advokat di bilangan Jakarta Timur

Jakarta, innews.co.id – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Mudcablub) Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Jakarta Timur, yang akan diadakan di Gedung Mulia Raja, Jakarta Timur, Kamis, 8 September, menjadi momentum penting untuk membangun kejayaan sesuai filosofi bahwa Matahari Terbit Dari Timur. Untuk itu, kesolidan para advokat senior dan junior sangatlah dibutuhkan. Sebab, perpecahan hanya akan membuat Peradi Jaktim kehilangan ‘roh’ nya.

“Pasca meninggalnya advokat senior sekaligus Ketua Peradi Jaktim, Piter Siringo-ringo, 2020 silam, organisasi ini dilanda kekisruhan, di mana terjadi kubu-kubuan. Masing-masing kubu saling melapor ke DPN Peradi,” kisah Johannes Tobing Sekretaris DPC Peradi Jaktim yang juga menjadi calon kuat Ketua Peradi Jaktim di Muscablub 2022 ini, dalam keterangan resminya yang diterima innews, Selasa (6/9/2022).

Guna mengakhiri kekisruhan, lanjutnya, DPN Peradi menetapkan Dr. Ali Oksy Murbiantoro sebagai Plt Ketua Peradi Jaktim. “Ketika itu, sempat ada upaya dari oknum tertentu dengan menggelar rapat pleno ilegal, di mana diputuskan memberhentikan saya sebagai Sekretaris Peradi Jaktim. Padahal, SK saya masih berlaku hingga 2024,” tuturnya.

Bagi Johannes, perselisihan di tubuh Peradi Jaktim harus diakhiri. “Melalui Muscablub ini, kita mau menunjuk Ketua DPC Peradi Jaktim yang definitif,” ujarnya.

Niat tulus Johannes untuk maju sebagai Calon Ketua Peradi Jaktim, tak lain didasari kecintaannya dalam berorganisasi. “Sejak dulu saya sangat senang berorganisasi. Bergaul dengan banyak orang, berpikir, dan membuat program-program untuk kita jalankan bersama,” akunya.

Seperti yang telah ia canangkan bila terpilih sebagai Ketua Peradi Jaktim yakni bagaimana bisa memiliki Kantor Sekretariat sendiri. “Saya sudah menyampaikan kerinduan tersebut agar bisa didengar oleh sekitar 2.500 anggota Peradi Jaktim. Kita akan pelopori bahwa Peradi Jaktim bisa memiliki Kantor Sekretariat sendiri,” yakinnya.

Kegunaan sekretariat itu juga nantinya sebagai tempat para calon-calon advokat, khususnya di wilayah Jakarta Timur untuk magang. “Kita siapkan tempat mereka magang. Mungkin selama ini sulit buat mereka mencari tempat untuk magang,” ucapnya.

Transparansi keuangan

Hal lain yang juga akan dijalankan Johannes saat memimpin Peradi Jaktim nanti adalah menerapkan transparansi keuangan organisasi. “Usia Peradi sudah menginjak 18 tahun, namun Peradi Jaktim rasanya belum pernah menunjukkan bentuk transparansi keuangan kepada para anggotanya. Itu akan saya lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai ketua,” seru pria yang dikenal dekat dengan kalangan jurnalis berbagai media nasional ini.

Dicontohkan, di eranya, ada dana terkumpul sekitar Rp240 juta yang diperoleh dari PKPA yang telah dilaksanakan sebanyak 3 kali oleh Johannnes Tobing. “Saya infokan kepada seluruh pengurus apa adanya,” papar Johannes.

Dirinya memastikan penyelenggaraan keuangan Peradi Jaktim akan sangat transparan. Sebab, itu telah ia jalankan sejak awal terlibat dalam kepengurusan Peradi Jaktim.

Lebih jauh Johannes mengatakan, kalaupun sekarang muncul selentingan ada niatan untuk membuat Muscablub ini deadlock, maka dirinya tetap yakin, acara ini akan bisa dilalui dan menghasilkan kepemimpinan yang definitif.

Secara khusus Johannes mengajak para advokat anggota Peradi Jaktim untuk mensukseskan Muscalub. “Kita boleh saja berbeda pendapat. Tapi demi kepentingan, kehormatan, dan kebesaran organisasi, maka kita harus menanggalkan ego pribadi dan kelompok dan mau melihat pada kepentingan yang lebih besar, yakni kemaslahatan anggota Peradi Jaktim,” tukasnya. (RN)