Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., M.Kn., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan Universitas Diponegoro dan Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia

Jakarta, innews.co.id – Keterpurukan yang dialami Indonesia dan banyak negara di dunia akibat pandemi Covid-19, tidak main-main. Tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu, untuk memulihkannya pun dibutuhkan keberanian khusus, terutama dari para stakeholders negeri ini.

Penegasan ini disampaikan Otty Hari Chandra Ubayani, SH, Sp.N., M.Kn., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Universitas Diponegoro, saat dihubungi innews, Senin (29/6/2020) pagi.

Meski demikian, Otty menilai, ada setangkup harapan dana optimisme mendengar pidato Presiden Joko Widodo. “Pidato Pak Presiden melahirkan keyakinan besar bahwa akan ada langkah frontal untuk menyelamatkan perekonomian bangsa. Ini bukan keadaan yang normal, jadi penanganannya pun harus ada keberanian khusus,” ujar Otty.

Menurut Otty, ketegasan Presiden Jokowi nampak dari nada suaranya. “Bahkan, Pak Jokowi mau mempertaruhkan karir politiknya demi menyelamatkan bangsa ini. Saya sangat terharu,” imbuhnya.

Menurut Otty yang juga Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) ini, semua bidang harus bisa bekerja sama. “Ekonomi Indonesia harus diselamatkan. Yang mau tenggelam berikan pelampung. Jangan terlalu lama berpikir, hingga banyak yang mati tenggelam. Kalau sudah begitu, tak ada gunanya lagi penyelamatan,” serunya.

Saat ini, lanjutnya, sudah banyak terjadi PHK di hampir semua bidang usaha. Kondisi ekonomi bisa semakin memburuk bila hal ini terus dibiarkan. “Perlu upaya konkrit dari pemerintah. Para menteri harus bekerja lebih keras lagi. Semua memang melalui proses. Saya berharap, setidaknya Desember nanti ekonomi sudah pulih kembali,” tukasnya.

Dia menjabarkan, saat ini dengan tingkat inflasi yang rendah dan suku bunga acuan yang sudah cukup baik, harusnya diikuti dengan menurunnya suku bunga pinjaman. “Penting pemerintah menyuntikkan likuiditas yang berdampak meningkatnya perbankan dan sektor riil,” tambahnya.

Dipaparkannya, realitas di dunia notaris, pengikatan kredit baru sangat selektif. Saat ini bank plat merah selektif melakukan kredit corporate. Bahkan cenderung sekarang lebih aktif mengucurkan dana ke KUR untuk UMKM. “Saat ini, dana pihak swasta sulit dicairkan. Kalau pun bisa hanya Rp5 juta per hari dari yang tadinya bisa Rp50 juta. Demikian juga untuk kliring 4 hari baru masuk,” katanya.

Meski menghadapi realitas demikian, Otty yang juga dikenal sebagai Notaris/PPAT di Ibu Kota ini berkeyakinan pemerintah akan dapat menangani situasi demikian.

“Kita harus tetap optimis. Pak Presiden sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya. Mari kita dukung langkah Presiden. Saatnya Indonesia bersatu bergotong royong. Hilangkan budaya ewuh pakewuh. Kita memerlukan nahkoda yang mahir supaya selamat mengarungi samudera nan luas ini,” ajak Otty kepada segenap bangsa Indonesia.

Baginya, lebih baik berbuat sesuatu dengan risiko, daripada berdiam diri tanpa tindakan yang membuat kapal tenggelam. (RN)