Otty Ubayani Ajak Masyarakat Cintai dan Miliki Batik Indonesia

Otty Hari Chandra Ubayani, pecinta batik sekaligus pemilik rumah mode OH Boutique di Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Berbeda dengan lagu yang dibawakan ST12 berjudul ‘Cinta Tak Harus Memiliki’, untuk batik, sebagai wujud rasa mencintai harus dibarengi dengan memiliki.

“Mencintai batik saja tidak cukup, tapi harus juga memiliki,” kata Otty Hari Chandra Ubayani, owner OH Boutique, kepada innews, di Jakarta, Selasa (3/10/2023), dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 2 Oktober.

Wanita cantik yang dikenal sebagai kolektor batik dan kain tradisional Indonesia ini mengaku, sejak muda telah dibiasakan mengenakan batik oleh orangtuanya. “Kebetulan orangtua saya pecinta batik. Ada banyak koleksi ibu saya yang sampai sekarang masih tersimpan rapih. Bahkan warnanya pun tak pudar,” aku Notaris/PPAT senior ini lugas.

Otty Ubayani bersama para model yang memamerkan koleksi batik hasil desainnya

Dia mengatakan, orangtuanya banyak memiliki jenis Batik Sogan dengan berbagai motif seperti Parang, Truntum, Kawung, Lintang Trenggono, dan lainnya. Seperti diketahui, Batik Sogan merupakan jenis batik klasik yang identik dengan Keraton Jawa. Batik ini berasal dari Solo dan Yogyakarta.

Lebih jauh Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) ini mengatakan, pelestarian batik harus dilakukan secara massif oleh seluruh anak bangsa. “Jangan sampai batik diakui oleh negara lain karena orang Indonesia sendiri kurang peduli terhadap batik,” serunya.

Kalau dulu, batik cenderung berwarna coklat atau gelap. Sekarang banyak batik bermotif cerah. “Tentu ini perkembangan yang baik, meski jangan sampai menghilangkan nilai-nilai budaya, ‘magis’, dan filosofis yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa batik yang memiliki aturan jelas. Misal, hanya boleh dikenakan salam acara-acara tertentu saja. Rata-rata batik kuno memiliki makna dalam setiap corak yang ditampilkan,” beber Otty.

Otty Hari Chandra Ubayani (paling kiri) bersama Yati Airlangga, istri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Nunik Istumawati atau akrab disapa Nanny Hadi Tjahjanto istri Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto dalam sebuah pameran

Sebagai pecinta batik, Otty melihat betapa kreatifnya nenek moyang dahulu merancang batik dan kain tradisional lainnya dengan berbagai motif yang sarat makna dan filosofi. “Batik akan lestari kalau rakyat Indonesia ikut memakai batik, entah saat acara-acara tertentu maupun di keseharian. Minimal bisa memiliki satu buah batik tulis, disamping jenis lainnya. Dengan begitu, maka akan ikut membantu para pengrajin batik untuk lebih sejahtera lagi,” ajaknya.

Kepada generasi muda, Otty berpesan agar tidak ragu menggunakan batik dengan berbagai motif. “Pemerintah harus membuat program kepada generasi muda agar dapat lebih mengenal batik-batik di Indonesia. Kalau perlu, bawa anak-anak muda ke sentra-sentra batik supaya mereka melihat langsung proses pembuatan batik. Dengan begitu, bisa timbul kecintaan lebih dalam kepada batik dan kain-kain tradisional Indonesia,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan