H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin Jasa

Jakarta, innews.co.id – Kurun waktu tiga bulan terakhir menjadi masa-masa sulit bagi sektor ekonomi negeri ini. Serangan wabah korona bak meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian bangsa. Banyak perusahaan mengalami stagnasi, merumahkan karyawan, sampai terpaksa mem-PHK.

Meski geliat ekonomi meredup, namun Kospin Jasa tetap kuat menghadapi badai pandemi. Hal ini disampaikan H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin Jasa saat dihubungi innews, Kamis (4/6/2020) malam. “Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 sangat berdampak, apalagi sebagai lembaga keuangan. Masalah yang banyak muncul ialah sebagian anggota peminjam yang kesulitan membayar pinjamannya karena usahanya omset usahanya menurun, bahkan terpaksa tutup. Penerapan PSBB di sejumlah daerah mengakibatkan bisnis menurun di semua sektor,” urai Andi.

Meski demikian, kendala yang dihadapi ini
Menghadapi kendala demikian, Andi mengatakan, pihaknya mencoba mencarikan solusi dengan duduk bersama. “Ada yg diperpanjang jangka waktu pinjamannya. Ada juga yang kami berikan toleransi untuk sementara waktu dibayar bunganya saja dan banyak lagi cara lain. Intinya, kita cari solusi bersama untuk kebaikan semua pihak,” paparnya.

Salah satu kantor Kospin Jasa

Ditanya soal penurunan pendapatan, Andi dengan lugas mengatakan, “Alhamdulillah apapun kondisinya harus kita syukuri. Di sepanjang kuarter I 2020 ini, kami masih membukukan profit, walaupun ada penurunan dirange 25-30%,” ujarnya.

Bicara tentang rencana penerapan new normal, pria kelahiran Pekalongan, 5 Juli 1971 ini mengatakan, “New normal harus kita jalani sebaik-baiknya supaya kita segera benar-benar hidup normal kembali dan terbiasa hidup lebih sehat”.

Andi menambahkan, dalam menjalani new normal, tentu pihaknya akan mengikuti arahan dari pemerintah. Dengan kata lain, protokol kesehatan akan benar-benar diterapkan. “Kami juga ingin membantu memutus mata rantai perkembangan virus korona. Dengan begitu kami berharap secepatnya virus tersebut hilang dan kita bisa menata kembali perekonomian kita untuk kembali normal,” pungkasnya. (RN)