Pantas Nainggolan, SH., MM., Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P

Jakarta, innews.co.id – Tindakan pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan saat demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Rabu (24/6) adalah perilaku teroris. Karena itu, kepolisian diminta segera melakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku.

Hal itu secara tegas dikatakan Pantas Nainggolan, SH., MM., Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P kepada innews, Kamis (25/6/2020). “Kami mendesak pemerintah dan penegak hukum untuk secara tegas dan terus menerus melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” ujar Pantas.

Pendukung PDI-Perjuangan sampaikan tuntutan agar pembakar bendera PDI-P diproses hukum

Tidak itu saja, lanjutnya, PDI Perjuangan tidak akan pernah surut langkah untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ideologi bangsa dan negara sesuai dengan semangat lahirnya Pancasila 1 Juni 1945.

Pantas menambahkan, PDI-P bersama rakyat siap berjuang dan menentang siapapun/organisasi apapun yang berniat mengganggu perwujudan masyarakat yang adil dan makmur melalui jalan ideologi Pancasila.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Jakarta Timur Dwi Rio Sambodo menegaskan, pembakaran bendera PDIP merupakan bentuk anarkisme sekelompok masyarakat serta tindakan kejahatan terhadap demokrasi.

“Dalam video, kelompok pendemo berteriak bakar PKI dengan membakar bendera PDIP adalah tindakan fitnah yang teramat keji dan wajib diproses hukum,” tegas dia.

Dwi Rio mengajak seluruh elemen masyarakat kebangsaan untuk melawan bentuk anarkisme dari kelompok pemecah belah bangsa. Cukup sudah 350 tahun kolonialisme bercokol di Indonesia dan kita tidak mau lagi kembali pada era adu domba,” kata dia. (RN)