Benlis Butarbutar CEO dan Owner Anugrah Sejahtera Land (baju putih) merayakan ulang tahun perusahaan ke-13 bersama jajaran pimpinan dan staf PT Anugrah Sejahtera Land, Kamis (7/4/2021)

Jakarta, innews.co.id – Pandemi Covid-19 berimbas pada banyak sektor usaha, termasuk properti. Tidak sedikit developer yang mati suri, bahkan harus gulung tikar. Namun, tidak sedikit pula, perusahaan properti yang memanfaatkan masa-masa paceklik ini sebagai sebuah momentum mereview kembali target-target bisnisnya, untuk selanjutnya tinggal landas pasca pandemi. Salah satunya adalah Anugerah Sejahtera Land.

Di usianya ke-13, tahun ini, ASL menargetkan pengembangan properti secara lebih luas lagi. Baik dari sisi market maupun perluasan usaha. “Kita bersyukur bisa melalui masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. Sejak awal usaha ini kami menyadari bahwa dalam situasi apa pun, upaya pengembangan usaha harus terus dilakukan,” kata Benlis Butarbutar CEO dan Owner Anugerah Sejahtera Land yang menjadi induk usaha perusahan perusahaan properti, dalam siaran persnya, Kamis (8/4/2021).

PT Anugrah Sejahtera Land merayakan ulang tahun ke-13 dengan berbagi kasih kepada anak-anak panti asuhan di tiga lokasi proyek perumahannya

Selama ini, ASL yang dikenal dengan proyek-proyek landed house de’minimalist ini, banyak ‘bermain’ di seputaran Jabodetabek, maka pasca pandemi, usahanya pun akan diperluas lagi. “Salah satunya kami akan membangun superblock di kawasan Cibinong, Bogor, sebagai commercial area. Ini merupakan kawasan strategis di daerah yang tengah mengalami pertumbuhan pesat,” ujar Benlis.

Tidak itu saja, sebagai bentuk adaptasi model bisnis baru, ASL juga mengembangkan konsep mutual business yang tentunya saling menguntungkan. “Kalau dulu kita lebih banyak menjalankan bisnis sendiri, maka kini kami coba bersinergi dan bergandengan tangan dengan berbagai pihak guna bersama-sama membangun ‘kebiasaan baru’ dalam berbisnis,” urai pria penyuka olahraga hoki dan futsal ini.

Di masa pandemi, PT Anugrah Sejahtera Land berbagi kasih kepada anak-anak panti asuhan di berbagai tempat

Mutual business yang akan dilakukan salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan super block the millenial centre di Jalan Mayor Oking, Cibinong.

Dia menerangkan, ada tiga hal yang akan dibangun di Cibinong rencananya, yakni membangun commercial retail semacam kios-kios untuk food and beverage dan kuliner. Juga small office, dimana orang bisa bekerja di kantor yang kecil, namun sehat. Selain itu, akan dibangun apartement low rise 8 lantai sebanyak 2-4 tower.

Pemberian santunan kepada anak-anak yatim wujud kepedulian PT Anugrah Sejahtera Land kepada masyarakat luas

“Kami juga memiliki sejumlah land bank (bank tanah) yang belum digarap. Kami akan menggandeng investor lain guna mengerjakan proyek-proyek yang ada. Saya yakin, untuk menjadi besar, kita harus bergandengan tangan,” tuturnya.

ASL tidak hanya siap menggandeng investor, baik dalam maupun luar negeri, tapi juga developer yang selama ini dikenal begitu piawai dengan konsep desain rumah minimalis ini juga siap diajak bekerja sama dengan pihak lainnya. “Intinya bagaimana kita tumbuh dan besar secara bersama,” tukasnya.

Benlis bersyukur, pemerintah cukup memiliki good will untuk membangkitkan kembali sektor properti, baik melalui kebijakan relaksasi kredit perbankan, keringanan bagi calon konsumen untuk membeli rumah seperti DP 0%, bebas pajak PPN, dan sebagainya.

Di usia ke-13, PT Anugrah Sejahtera Land telah membangun sejumlah proyek perumahan di kawasan Jabodetabek

Merayakan usia ke-13, ASL melalukan berbagai kegiatan doa syukur dan sosial, salah satunya secara serentak dengan memberi santunan kepada sejumlah anak-anak panti asuhan di tiga lokasi proyek yang tengah dikerjakan, antara lain, di Perumahan Sentul Jagathi Residence, Ruko Plaza de’ minimalist – Bekasi Barat, dan the millenial centre Cibinong. “Kami ingin berbagi, terutama dengan anak-anak panti asuhan agar di masa pandemi ini, mereka tetap bersemangat dan belajar sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Meski di masa pandemi, Benlis mengajak masyarakat untuk tidak khawatir berinvestasi properti. “Justru di masa pandemi ini, banyak perusahaan properti menjual produknya dengan harga yang terjangkau (special price). Namun, harus tetap diperhatikan developernya dengan jelas dan terpercaya,” pungkasnya. (RN)