Prabowo Subianto dan Andika Perkasa, dua sosok militer yang digadang-gandang sebagai pemimpin bangsa di 2024 nanti, baik di legislatif maupun eksekutif

Jakarta, innews.co.id – Dua senior militer yang didaulat sebagai pemimpin di legislatif dan eksekutif, diyakini akan mampu menghadirkan kedamaian, terutama pasca Pileg, Pilpres, dan Pilkada Serentak 2024 yang diprediksi bakal riuh redam. Tak hanya itu, kedepan pembangunan akan berjalan lancar ditopang oleh pengusaha sukses di kursi Wakil Presiden dan putri Sang Proklamator sebagai Ketua MPR RI.

Lukisan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara ini disampaikan pengamat sosial politik nasional Robertho Manurung dalam perbincangan dengan innews, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Robertho Manurung, pengamat sosial politik dan Sekretaris Dewan Pakar NasDem Jakarta Timur

“Sebagai Bapak Bangsa, sejatinya Pak Prabowo Subianto duduk sebagai Ketua DPR RI. Dengan begitu, beliau dapat mengayomi seluruh rakyat. Selain itu, beliau juga dapat membuat kebijakan-kebijakan yang lebih pro kepada rakyat. Apalagi, beliau juga pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), tentu marwah untuk membangun pedesaan ada di beliau,” urai Robertho yang juga mantan Pimpinan Nasional Pemuda Tani Indonesia (sayap HKTI) di era Siswono Yudohusodo ini.

Menurutnya, cukuplah tiga kali Prabowo mencalonkan diri sebagai Presiden RI. “Beliau pemimpin besar. Tapi bukan berarti harus jadi Presiden. Justru dengan menjadi Ketua DPR RI, beliau benar-benar merupakan representasi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya.

Dengan duduknya Prabowo sebagain Ketua DPR RI 2024, diharapkan akan terjadi penguatan kelembagaan bagi peran DPR, baik di tingkat pusat sampai ke daerah. Nantinya, lembaga legislatif ini akan semakin terlihat fungsinya, sehingga kekuatan rakyat sebagai pemegang dan penentu kedaulatan rakyat dapat terakomodir sesuai amanat reformasi.

Kedudukan sebagai Ketua DPR RI, lanjutnya, juga merupakan eksistensi perwujudan suara rakyat. “Bilamana Pak Prabowo dapat duduk (sebagai Ketua DPR RI), maka pengharapan akan dapat merubah wajah bangsa ini, dimana berbagai kebijakan, pengawasan dan persetujuan anggaran negara akan sesuai harapan rakyat,” yakinnya.

Di sisi lain, duduknya Puan Maharani sebagai Ketua MPR RI, kata Robertho, akan memperkuat eksistensi lembaga tersebut sebagai garda terdepan pengawal Pancasila dan Bhinneka Tungga Ika di negeri ini. “Dengan spirit nasionalisme yang mengalir dalam darah Mbak Puan, tentu dapat menjadi filter yang kuat dalam upaya menyaring faham-faham ekstrem yang coba menggerogoti Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, bila diridhoi Tuhan, Andika Perkasa jadi Presiden RI, Robertho meyakini stabilitas keamanan akan lebih terjaga. “Pasca pesta demokrasi yang akan memilih pemimpin bangsa, tentu negara harus kembali kondusif. Kalau tidak, tentu akan menghambat pembangunan. Oleh sebab itu, pencalonan Andika sebagai salah satu kandidat Presiden oleh Partai NasDem dinilai tepat. Ini harus didukung oleh parpol-parpol lain,” harap Robertho yang telah malang melintang sebagai aktifis di pusat maupun daerah, khususnya di Jawa Tengah dan pernah bertugas di Dirsospol Provinsi Jawa Tengah ini.

Bila duet Andika sebagai Presiden dan Prabowo Subianto sebagai Ketua DPR RI 2024, maka diyakini akan mengangkat derajat bangsa untuk mencapai harmonisasi kehidupan dan ketahanan nasional, khususnya ketahanan keluarga dapat terwujud. Secara otomatis pula ketersediaan dan harga pangan serta nilai persatuan maupun persatuan bangsa dibawah naungan dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tetap berkumandang di hati rakyat Indonesia.

Kondusifitas yang tercipta semakin paripurna dengan hadirnya Rachmat Gobel sebagai Wakil Presiden, pendamping Andika. “Setelah kondisi negara kondusif, maka pembangunan bisa langsung berjalan. Apalagi, sosok Rachmat Gobel sebagai pebisnis, tentu telah memahami bagaimana upaya menggerakkan ekonomi, baik makro maupun mikro dan di segala sektor. Tentu nanti akan didukung oleh tim kabinet yang handal dengan prinsip the right man on the right place,” tuturnya.

Dirinya berpengharapan, dengan komposisi kepemimpinan seperti itu, maka akan terjadi permufakatan dan permusyawarahan antar-partai politik dalam bentuk koalisi atau kerja sama di tingkat elit guna mengatasi masalah bangsa, sehingga menjadi cerminan sebagai NKRI yang sekaligus siap menghadapi arus perubahan dunia dalam era globalisasi.

Bagi Robertho, ini adalah gambaran ideal yang diharapkan bisa terwujud. “Itu bukan sebuah andai-andai, tapi kondisi ideal bangsa ini agar ‘selamat’ melewati pesta demokrasi yang seringkali dipenuhi kerikil-kerikil tajam,” pungkasnya. (RN)