Yance Mote, SH., pengusaha asli Papua yang juga dikenal sebagai aktifis pemuda dan Presiden Direktur PT Miyeda Group

Jakarta, innews.co.id – Polemik yang mendera Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Infonesia (BPP HIPMI) Mardani Maming terus bergulir. Terakhir, KPK melakukan penggeledahan sebuah apartemen yang disinyalir sebagai kediaman Mardani.

Menanggapi persoalan tersebut, pengusaha muda Papua Yance Mote, SH., mengatakan untuk menjaga marwah HIPMI, terutama BPP Hipmi, maka perlu diadakan rapat internal BPP Hipmi guna menyingkapi kondisi kekiniaan, yang mana Ketua Umum tengah menjadi sorotan hukum.

“Kami mengusulkan agar segera diputuskan ada pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum BPP Hipmi Pusat. Hal ini berkaca pada AD/ART BPP Hipmi Pasal 31 ayat 3 yang menyatakan, apabila Ketua Umum berhalangan untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari, dapat diwakili oleh salah seorang Ketua yang ditunjuk. Sedangkan apabila Ketua Umum karena satu dan lain hal tidak dapat diteruskan sama sekali jabatannya sampai berakhir masa jabatan, maka Badan Pengurus Harian (BPH) dapat menetapkan dan mengangkat salah seorang Ketua sebagai pejabat Ketua Umum dan diperkenankan memegang jabatan rangkap,” beber Presiden Direktur PT Miyeda Group ini, dalam keterangan persnya yang diterima innews, Selasa (26/7/2022) ini.

Yance yang juga mantan Sekum HIPMI Papua ini mengusulkan agar BPP menetapkan Bobby Nasution sebagai Plt Ketum BPP. “Rasanya ini sudah pas. Sementara saudara Mardani bisa berkonsentrasi mengurus persoalan hukumnya, Bobby Nasution yang jadi pemegang kendali BPP HIPMI. Dengan begitu, roda organisasi akan tetap berjalan tanpa ada gangguan apa-apa,” tegasnya.

Secara khusus, Yance juga mendoakan agar Mardani Maming bisa memperoleh keadilan yang seadil-adilnya atas dugaan kasus yang dialamatkan padanya. “Kita berharap Saudara Mardani bisa menyelesaikan seluruh dugaan kasus hukum dan pada akhirnya bisa kembali memimpin HIPMI,” pungkasnya. (RN)