I Made Widiade Ketua Pengwil IPPAT Bali

Jakarta, innews.co.id – Perjalanan panjang perseteruan dalam perkumpulan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang dimulai pasca Kongres VII di Makassar, 2018 silam, akhirnya menemui titik terang penyelesaian.

Kelegowoan para pihak yang berkonflik ditambah support dari para Caketum dan sejumlah saksi, membuat upaya Kementerian ATR/BPN selaku Pembina IPPAT membuahkan hasil dengan ditandatanganinya kesepakatan perdamaian, Senin, 21 Desember 2020.

Ini menjadi titik balik yang diyakini bukan semata menuju perdamaian sejati, namun juga menjadi pelajaran berharga agar di kemudian hari tak terulang kembali.

Kini, langkah lanjutan memparipurnakan perdamaian tersebut ada di tangan para Pengurus Wilayah. Banyak pihak menaruh harapan agar para pengwil dapat mendukung penuh perdamaian ini, bukan sebaliknya malah menjadi batu sandungan, sehingga target diadakannya Kongres Lanjutan atau Kongres Luar Biasa (KLB), selambatnya 28 Februari 2021 tidak terpenuhi.

“Kami (Pengwil) IPPAT Bali mendukung perdamaian dimaksud,” ujar I Made Widiade Ketua Pengwil Bali dalam pesannya kepada innews, Rabu (30/12/2020).

Seruan perdamaian IPPAT

Untuk selanjutnya, kata Widiade, apakah akan ada kongres lanjutan atau KLB agar di sesuai dengan AD/ART IPPAT. “Sepanjang sesuai dengan AD/ART, pasti kami dukung,” tukasnya.

Pastinya, upaya memparipurnakan perdamaian di tubuh IPPAT tinggal selangkah lagi.

(RN)